Langsung ke konten utama

Postingan

Mengandalkan Diri Sendiri Saja

Selamat pagi .... Aku di tahap di mana sedang belajar untuk baik-baik saja dalam hal ini. Tapi, kiranya hati dan pikiranku nggak bisa selaras. Akankah semua yang jadi risauku berminggu-minggu ini harus tetap berlanjut?  Yang membuat rumit adalah jalan pikiranku sendiri. Setiap kali berucap memang lebih gampang daripada melakoni. Dan aku demikian! Salahku, aku terlalu berlarut-larut sampai sekarang. Apa yang ada dalam hati dan pikiran ingin rasanya aku tumpahkan. Tapi, kembali aku nggak pernah tahu espektasi orang tentangku bagaimana. Aku nggak benar-benar tahu mauku pun seperti apa. Aku nggak benar-benar tahu bahwa apa yang menjadi risau dan pikiranku saat ini.  Aku mengutuk diri membongkar semua rahasiaku sendiri kepada orang lain. Padahal aku berusaha untuk nggak pernah cerita dan biarkan aku sendiri yang merasakan. Karena semakin banyak orang tahu, semakin aku nggak bisa menyaring omongan mereka. Semakin ke sini aku semakin nggak bisa berpikir jernih, harus mengikuti siapak...

TOXIC

Setiap kali aku ke sini, setiap kali itu juga aku sedang tidak baik-baik saja. Mungkin sambat adalah bakatku, aku nggak pernah bisa menganggap ini sebuah hal yang harus ku lupakan sejenak. Masalah demi masalah nggak bisa aku tuntaskan sendiri. Walau tak bisa ku tuntaskan, setidaknya apa yang menjadi bebanku sudah ku keluarkan pelan-pelan. Aku bukan orang yang bisa memendam masalah sendirian. Aku sedang belajar.  Walau sering ketahuan bahwa aku sedang tidak baik-baik saja. Aku hanya manusia biasa yang nggak bisa menyingkirkan kekhawatiran berlebihan pada benak dan pikiranku.  Di usia ini pun bukannya aku makin lihai mengontrol diri, malah terkadang aku jatuh dengan pikiran-pikiranku sendiri.  Kalau sudah kek gini, berpikir berlebihan kerap hinggap. Dan aku nggak bisa ngontrol untuk nggak kek gitu. Aku adalah manusia yang nggak bakal bisa lepas dari sambat dan overthinking. Tapi, lagi-lagi aku sedang belajar  untuk nggak demikian.  Apa kau kira ini sangat muda...

Hati Terusik

Sudah lama aku tak menengokmu apalagi aku kini datang dengan sedikit tidak baik-baik saja. Kenapa aku selalu datang saat aku sedang tidak baik-baik saja? ke mana saat aku merasa duniaku baik-baik saja. Aku? apakah ku harus menelan pahit, patah hati unuk ketiga kalinya? Aku harap ini hanya sementara. Aku berharap ini adalah sebuah rasa kagumku pada sosokmu. Aku yakin dan akan meyakini kau hanya hadir sesaat. Kau tak akan menjadi lebih bagiku, aku pun demikian. Aku ingin meyakini, meyakini bahwa ini adalah sementara. Aku lelah merasakan, menahan, merasakan rasa perih berulang. Aku lelah dan jengah denganku yang selalu merasa kalut akan cerita demikian. Aku lelah merasa paling tersakiti padahal semua hanya perasaan dan ilusi semata. Aku lelah hanya aku yang merasakan. Aku lelah hanya aku yang terlihat sakit, tidak baik- baik saja karena ulahku sendiri. Aku lelah merasa tersakiti seperti dimadu padahal aku saja yang terlalu perasa. Aku harap ini benar sementara. Setidaknya aku suda...

Curhat Singkat

Sebulan selama puasa aku ikutan tantangan nulis dari BPN. Lumayan bikin hari-hari nggak keisi cuma buat rebahan doang. Lama banget nggak curhat apa adanya di sini yaa. Banyak hal yang ku lewati juga sejak postingan terakhir di sini. Aku menyibukkan diri dengan apa yang membuatku tertarik, aku mulai belajar bikin video, bikin youtube, semakin produktif mengembangkan diri sesuai apa yang menjadi minatku. Di sela-sela itu kadang syok dan dibikin kepikiran sepanjang hari kalau tetiba deadline tesis ngejar. Pasti buatku mikir, mau dikerjain tapi aku selalu psimis duluan. Malah hasilnya nggak maksimal. Aku masih ngerasa ini beban, belum ku terima dengan lapang dada. Padahal aku orangnya cuek, menjalani yang ada. Tapi ternyata tesis nggak bagiku. Sulit ternyata. Gimana? aku masih juga belum fokus. Wong niat hati, ini tadi mau benerin proposal malah ujung-ujungnya buka twitter dan curhat di sini. Halah ... selalu menunda. Keknya ini akan menjadi bakat baru bagiku.

Jengah

Udah mau satu minggu atau masih 6 hari ya, dari perkiraanku. Aku sedang malas buka twitter, malas update berita saat ini. Bukannya kamu harus tetep melek berita Ve? supaya nggak ketinggalan informasi, supaya tetap tahu perkembangansaat ini . Kalau aku pribadi justru lebih baik stop ajah kalau ujung-ujungnya malah bikin aku jengah dan capek sendiri. Jujur ajah aku sangat jengah sama berita saat ini. Bikin pusing dan tak jarang malah numbuhin penyakit hati. Itu juga yang bikin aku sedikit malas juga pentengin media sosia kalau nggak pengen-pengen banget. Paling banter hanya lihat status teman di IG, itu pun kadang nggak sampek lama-lama. Nggak betah dan bosen sih lebih tepatnya.  Kadang jengkel juga sih, mbok baca berita sana! jangan sibuk baca buku tapi nggak update sama berita! apa salah ya aku menekan diri ku sendiri untuk nggak tahu menahu dulu sama dunia sekitar. Karena jujur aja, semakin banyak informasi semakin aku pusing dibuatnya. Sekarang tuh mainnya kek kubu-kubuan,...

Curhat Muluk

Saat ini aku sedang berada di tempat favorit, dapur. Kali ini ditemani ibuk dan sepupu yang pada sibuk main gawainya sendiri. Tak lupa secangkir air putih hangat juga menemaniku untuk menulis. Menulis hal random otakku di sini. Tak jarang semua luapan perasaanku juga ku tampung di sini. Ini telah menjadi diari digital. Sejak ku putuskan buat aktifin lagi blog ini, tapi khusus buat curhat. Entah berapa orang yang tahu akan blog ini, tapi dalam benakku tak banyak dari mereka yang tahu blog ini. Jadi, aku makin leluasa buat curhat apapun di blog ini.  Malam ini hujan, setelah magrib hujan tiba-tiba turun sangat deras. Udah permisi duluan sih dengan hadirnya kilat. Lumayan menakutkan sih tadi. Entah tulisan ini mau dibawa ke mana, yang jelas aku hanya ingin produktif curhat di sini. Produktif curhat ? wkwkw.... Kalau nggak nulis sehari ajah rasanya ada yang kurang. Kek blog ini juga nggak faedah-faedah banget malah. Mana nggak nunjukin wanita yang telah berusia 26 tahun. Mainnya cura...

Kipikiran Doang Tapi Nggak Dilakuin

Ngerasa nggak sih tulisanku di sini acak adul . Aku berpikirnya demikian, kek nggak ada jeluntrungannya mau di bawa ke mana. Ya nggak apa sih ya, toh ini blog pribadiku. Tapi, ngerasa ajah kek kurang ada rasa.  Oke basa basinya pun nggak ada bagus-bagusnya hehe.  Aku ngerasa waktu yang paling tepat tuh nulis di pagi hari. Tiap bangun tidur selalu banyak ide di kepalaku, kek bangun tidur semua numpuk jadi satu. Dan kalau nggak segera ditulis emang nguap gitu. Dan ini semua akan berakhir hanya sebagai ide angin lalu.  Aku sih pernah baca menulislah di pagi hari walau hanya satu kalimat ajah. Kalau nggak salah pernah aku terapin tapi sementara. Nggak konsisten. Tapi, kalau dibiasain keknya bagus nggak sih? terutama buat perjalanan tesisku. Ya nggak ? Ngomong doang lu Ve Ve!  Udah gini ajah , ringkes banget. Emang nggak niat wkwkw.