Langsung ke konten utama

Kapan Produktif?



Pengen gitu seminggu sekali rajin unggah tulisan. Tapi, ya belum apa-apa udah males duluan. Ada aja godaan  yang muncul. Semua ya berawal dari diri sendiri, enggak mau lawan rasa malas sih hu! Namanya alasan mah banyak, gini "Kalau dipaksain nanti enggak maksimal!". Halah! Bisa aja Ve Ve! 

Pengen rutin bikin update-an dalam seminggu itu ngapain aja, apa yang dirasa, apa yang dilakukan, apa yang didapat. Apapun tentang keseharianlah ya!  Biar cita-cita bikin diari online tuh enggak berjalan setengah-setengah. Merekam momen ke dalam tulisan. Jadi deh jurnal digitalkan ya. 

Aku emang lebih aktif di media sosial terutama instagram. Lumayan sering unggah konten karena aku juga lagi suka edit foto sama video gitu. Dan reels tuh bikin nagih, kek tiktok. Tapi, ya malah terkesan nyampah. Iya enggak sih? Ee tapi suka aja sih akunya. Nah lo gimana?  Oke kembali! 

Apa yang aku abadikan lewat kamera ponsel enggak afdol rasanya enggak kuabadikan juga di tulisan, di sini. Bikin yang ringan-ringan tapi asyik. Dibikin seru! Supaya bisa produktif . Malah blogku satunya udah jarang keisi, kebanyakan artikel kerjaan. Nah mikirku kalau di sini, bisa jadi pemanasan jari-jari ini buat nulis. Nulis apapun! Tanpa batasan! 

Lha wong awalnya emang blog suka-suka ya! Biar enggak membatu aja jari ini buat nulis. Bikin tulisan sehari-hari kek yang lagi menjamur di tiktok gitu, tapi versi video. Haha! Lagi-lagi aku cuma ngomong doang ya banyakan. Heran! 

Menulis ini di sela-sela menunggu kelas ujian anak-anak. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ingin Aktif Ngeblog Lagi

  Kalau berkunjung ke sini artinya apa? Artinya rindu untuk kembali menulis di blog. Sepertinya memang sudah lama aku tidak berkecimpung di dunia bloger lagi. Mungkin setelah disibukkan dengan urusan duniawi. Hahaha! Terlihat lebay sekali ya, tapi memang begitu kenyataannya.  Kemarin entah kenapa ingatan saat ngeblog kembali muncul. Mulai dari merintis sampai dengan udah punya nama sendiri alias berdotcom. Kalau diingat-ingat memang serajin itu ya dulu. Sesuka itu nulis di blog, segembira itu bisa menyapa teman-teman yang lain. Dan enggak dipungkiri ya merasakan nikmatnya dapat sesuatu dari nulis, ya apalagi kalau bukan uang saku. Rasa-rasanya kemampuanku sekarang udah mlempem. Keknya lebih ke semangat nulisnya udah enggak seheboh dulu. Padahal kalau ditekuni tuh enjoy banget, bisa juga jadi sumber rejeki yang lain bukan? Kemarin juga sempat diajak ketemu temen-temen yang punya hobi sama dan menekuni blog. Tapi, lagi-lagi aku menolak. Entah kenapa makin susah ketemu orang baru...

Bertegur Sapa setelah Sekian Lama

  Mari kita buka lembaran baru!  Siang ini aku sedang berada di kedai kopi langgananku. Hampir setiap hari ke sini. Kalau ke sini pesannya itu-itu mulu, jarang ganti! Selain males mikir mau pesan apa, udah cocok sama menu itu aja. Cuma siang ini aku pesan menu yang udah lama banget enggak aku pesan. Ini pun dah lama banget enggak pesen si kopi satu ini. Beberapa waktu lalu suka pesen menu kopi ini untuk temen melek sih. Yap! Siang ini aku pesan es kopi hitam atau black coffee ice. Ide terbesit ketika berada di kendaraan mikir pen seger-seger gitu. Yaudah pesen ini aja!  Oke kembali ke pernyataan awalku, "Mari kita buka lembaran baru!" Tepatnya sih "aku". Setelah setahun lebih enggak ngeblog, aku mulai dengan tulisan pendek ini ya! Aku memutuskan untuk ngeblog di tempat lain atau di sini ya? Ketika tulisan ini aku buat, aku masih bingung mau unggah di mana. Blogku berdomain sudah hangus sejak tahun lalu. Ketika aku memutuskan untuk enggak memperpanjang domain.  Yap! ...

Sebuah Kegagalan yang Akan jadi Pembelajaran

Selang dua  jam lalu , saya menjadi orang yang benar-benar gagal. Sampai sekarang pun masih nggak bisa nerima. Nggak tahu harus gimana. Bawannya mewek, menyalahkan diri sendiri tepatnya. Bahkan terbesit pikiran buruk bahwa semua ini tak adil. Saya merasakan gagal yang luar biasa. Impian yang saya idam-idamkan seketika musnah setelah saya menatap lekat-lekat layar di ponsel. Bahkan, saya ulang-ulang masuk ke dalam akun itu. Tetap nggak berubah. Rasanya campur aduk, intinya saya gagal. Dan kegagalan ini yang membuat saya jatuh, hancur berkeping-keping harapan yang saya rajut. Entah, saya benar menjadi orang yang gagal. Mungkin jika ada yang baca tulisan ini menganggap saya terlalu lebay. Mendramatisir keadaan. Iya, saya sadari. Namun hati kecil saya tetap tidak bisa nerima. Tetap tidak bisa menetralkan segela campur aduk perasaan yang saya rasa.  Sebenarnya saya nggak ingin cerita lewat blog, takut malah memberikan konsumsi tulisan yang nggak baik. Nggak patut dibaca. Tapi, s...