Langsung ke konten utama

Postingan

Hati Terusik

Sudah lama aku tak menengokmu apalagi aku kini datang dengan sedikit tidak baik-baik saja. Kenapa aku selalu datang saat aku sedang tidak baik-baik saja? ke mana saat aku merasa duniaku baik-baik saja. Aku? apakah ku harus menelan pahit, patah hati unuk ketiga kalinya? Aku harap ini hanya sementara. Aku berharap ini adalah sebuah rasa kagumku pada sosokmu. Aku yakin dan akan meyakini kau hanya hadir sesaat. Kau tak akan menjadi lebih bagiku, aku pun demikian. Aku ingin meyakini, meyakini bahwa ini adalah sementara. Aku lelah merasakan, menahan, merasakan rasa perih berulang. Aku lelah dan jengah denganku yang selalu merasa kalut akan cerita demikian. Aku lelah merasa paling tersakiti padahal semua hanya perasaan dan ilusi semata. Aku lelah hanya aku yang merasakan. Aku lelah hanya aku yang terlihat sakit, tidak baik- baik saja karena ulahku sendiri. Aku lelah merasa tersakiti seperti dimadu padahal aku saja yang terlalu perasa. Aku harap ini benar sementara. Setidaknya aku suda...

Curhat Singkat

Sebulan selama puasa aku ikutan tantangan nulis dari BPN. Lumayan bikin hari-hari nggak keisi cuma buat rebahan doang. Lama banget nggak curhat apa adanya di sini yaa. Banyak hal yang ku lewati juga sejak postingan terakhir di sini. Aku menyibukkan diri dengan apa yang membuatku tertarik, aku mulai belajar bikin video, bikin youtube, semakin produktif mengembangkan diri sesuai apa yang menjadi minatku. Di sela-sela itu kadang syok dan dibikin kepikiran sepanjang hari kalau tetiba deadline tesis ngejar. Pasti buatku mikir, mau dikerjain tapi aku selalu psimis duluan. Malah hasilnya nggak maksimal. Aku masih ngerasa ini beban, belum ku terima dengan lapang dada. Padahal aku orangnya cuek, menjalani yang ada. Tapi ternyata tesis nggak bagiku. Sulit ternyata. Gimana? aku masih juga belum fokus. Wong niat hati, ini tadi mau benerin proposal malah ujung-ujungnya buka twitter dan curhat di sini. Halah ... selalu menunda. Keknya ini akan menjadi bakat baru bagiku.

Jengah

Udah mau satu minggu atau masih 6 hari ya, dari perkiraanku. Aku sedang malas buka twitter, malas update berita saat ini. Bukannya kamu harus tetep melek berita Ve? supaya nggak ketinggalan informasi, supaya tetap tahu perkembangansaat ini . Kalau aku pribadi justru lebih baik stop ajah kalau ujung-ujungnya malah bikin aku jengah dan capek sendiri. Jujur ajah aku sangat jengah sama berita saat ini. Bikin pusing dan tak jarang malah numbuhin penyakit hati. Itu juga yang bikin aku sedikit malas juga pentengin media sosia kalau nggak pengen-pengen banget. Paling banter hanya lihat status teman di IG, itu pun kadang nggak sampek lama-lama. Nggak betah dan bosen sih lebih tepatnya.  Kadang jengkel juga sih, mbok baca berita sana! jangan sibuk baca buku tapi nggak update sama berita! apa salah ya aku menekan diri ku sendiri untuk nggak tahu menahu dulu sama dunia sekitar. Karena jujur aja, semakin banyak informasi semakin aku pusing dibuatnya. Sekarang tuh mainnya kek kubu-kubuan,...

Curhat Muluk

Saat ini aku sedang berada di tempat favorit, dapur. Kali ini ditemani ibuk dan sepupu yang pada sibuk main gawainya sendiri. Tak lupa secangkir air putih hangat juga menemaniku untuk menulis. Menulis hal random otakku di sini. Tak jarang semua luapan perasaanku juga ku tampung di sini. Ini telah menjadi diari digital. Sejak ku putuskan buat aktifin lagi blog ini, tapi khusus buat curhat. Entah berapa orang yang tahu akan blog ini, tapi dalam benakku tak banyak dari mereka yang tahu blog ini. Jadi, aku makin leluasa buat curhat apapun di blog ini.  Malam ini hujan, setelah magrib hujan tiba-tiba turun sangat deras. Udah permisi duluan sih dengan hadirnya kilat. Lumayan menakutkan sih tadi. Entah tulisan ini mau dibawa ke mana, yang jelas aku hanya ingin produktif curhat di sini. Produktif curhat ? wkwkw.... Kalau nggak nulis sehari ajah rasanya ada yang kurang. Kek blog ini juga nggak faedah-faedah banget malah. Mana nggak nunjukin wanita yang telah berusia 26 tahun. Mainnya cura...

Kipikiran Doang Tapi Nggak Dilakuin

Ngerasa nggak sih tulisanku di sini acak adul . Aku berpikirnya demikian, kek nggak ada jeluntrungannya mau di bawa ke mana. Ya nggak apa sih ya, toh ini blog pribadiku. Tapi, ngerasa ajah kek kurang ada rasa.  Oke basa basinya pun nggak ada bagus-bagusnya hehe.  Aku ngerasa waktu yang paling tepat tuh nulis di pagi hari. Tiap bangun tidur selalu banyak ide di kepalaku, kek bangun tidur semua numpuk jadi satu. Dan kalau nggak segera ditulis emang nguap gitu. Dan ini semua akan berakhir hanya sebagai ide angin lalu.  Aku sih pernah baca menulislah di pagi hari walau hanya satu kalimat ajah. Kalau nggak salah pernah aku terapin tapi sementara. Nggak konsisten. Tapi, kalau dibiasain keknya bagus nggak sih? terutama buat perjalanan tesisku. Ya nggak ? Ngomong doang lu Ve Ve!  Udah gini ajah , ringkes banget. Emang nggak niat wkwkw. 

Belajar Dalam Soal Podcast

Hari sabtu kemarin akhirnya podcats episod terbaru tayang hahaha.  Susah banget buat memulai sesuatu yang lama nggak disentuh. Aku ngepodcast terakhir bulan november 2019, udah lama kalau kataku. Walau podcast masih kecil-kecilan kek gini, aku emang niat buat sedikit seriusin dalam artian rajin buat posting episod baru gitu lo.  Mulai ngepodcats juga baru tahun lalu. Tetiba ajah pengen gitu plus juga aku nggak pede sebenarnya  ngomong depan kamera. Ada niatan hati emangan buat bikin youtube kemarin itu, udah lama. Ee akhirnya larinya ke podcast dulu aja. Dan disadari ngomong tuh nggak mudah walau aku ngomong sendiri, ngerekam sendiri. Belibet terus. Padahal juga nggak terikat sama aturan. Tapi, ya gitu nggak mudah. Kalau aku nulis ibaratnya itu bisa-bisa ajah ternyata soal berbicara aku harus banyak belajar akan keterampilan satu ini.  Untuk episod kemarin tuh kalau nggak salah aku udah rekaman 4 kali dan baru jadi. Belibet terus gitu dari awal, ngerasa kek nggak...

Kabar Baik di Pagi Hari

Zulfa sampingku :) Pagi ini dapat kabar gembira soal temen kos ku S1 dulu akhirnya menikah. Sebenarnya aku udah dapat kabar dari kapan hari, tapi mau memastikan ke dia sendiri menurutku bukan kuasaku lagi. Biar aku mendengar kabar baik saja, nah hari ini dia mengumumkan bahwa kemarin di hari baik, di hari jumat telah melangsungkan akad. Karena pandemi corona ini dia memang hanya melaksanakan akad belum resepsi.  Oh ya kenapa aku bilang dengan kata akhirnya . Selain akhirnya dia telah menemukan tambatan hati yang di usia ku seperti ini sering diwanti-wanti sama orang tua, juga dia akhirnya nggak galau-galau lagi. Kisah percintaannya yang kami sebut sering dibumbui tangisan dan galau. Namanya juga pacaran putus nyambung, selingkuh, penghianatan kekecewaan itu ada. Kisah sama-sama suka tapi nggak ada restu juga ada. Nah, dia yang paling sering terlihat galau di antara kami.  Kami sering berkumpul bergantian dari kamar ke kamar, bercerita akan banyak hal. Tak terkecuali ...