Langsung ke konten utama

Postingan

BERIKAN AKU KANTUK TUHAN

Cinta? Bisakah untuk terkahir kali ini saja kau bisa bersahabat denganku. Baiklah padaku , ramahlah padaku. Huah benar-benar malam ini aku sukses dan luar biasa galau (ke- alayan ku muncul). Maafkan aku yang tak pernah memberikan tempat terindah untuk cintaku. Cinta yang selama ini aku tanam penuh keegoisan dan ambisi. Maafkan aku tak pernah menempatkanmu pada posisi cinta yang hakiki. Mungkin malam ini, detik ini, yah di awal tahun yang baru harus ku rajam rasa ini kuat-kuat. Agar ia merasakan sakit dan berhenti mencintai. Aku ingin berpikir jernih, disini yang salah bukanlah cinta, tetapi si penerima anugerah terindah Tuhan yaitu aku.             Apakah aku harus membencimu? Ya kali ini kau telah melimpahkan benih cintamu kepada orang lain. Sungguh luar biasa aku cemburu, ya aku tak menyangkal itu. Wah pelik sekali,aku bahkan belum sempat bernapas lega sejak kejadian kemarin malam. Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin ungk...

Gerah

Huahhh, gerah sekali. Gerah hati , fiks !! Aku udah tegar, aku udah gg rapuh kayak jelly. Sudahlah aku tak akan lagi merajuk, galau, sedih, bahkan sampai menangis. Ijinkan kantuk bersahabat malam ini. Besok aku harus sekolah, besok harus rapat, besok harus pulang sore. Jika aku tak terpejam apa daya dengan mata pandaku, oh tidak. Sudah sudah, aku benar benar sudah legowo. Mau kamu sama siapa, aku menyerah kerena Allah yang mampu membolak balikkan hati manusia. Aku gg akan nangis hanya kerena captionmu dengan segala api cintamu. Sungguh, pleace enyalah dari benakku. Benar aku sudah rela ok, tolong ku mohon menjauhlah bayangmu. Kau mungkin bersamanya, tapi bayangmu membututiku. Oh Tuhan, hilangkanlah dia sungguh aku hanya ingin tidur malam ini. Aku tak kan menguluh pada mu Tuhan, aku janji hatiku tak kan meronta. Dia sudah bahagia,jadi biarkan aku kembali menggila dengan dunia ku yang mengasyikkan.

Enggan Berucap Walau Satu Kata

Aku menengadah ketika langit berkata, Malam ini tak banyak bintang yang menemaniku . Sunyi bersahabatkan dengan dingin, dan berteman dengan suara jangkrik. Ya, mereka bernyanyi mengisyaratkan akan malam yang panjang. Beberapa menit lalu aku terdiam dan berpangku tangan di depan leptopku. Leptopku berisik sekali karena alunan musik yang aku putar dengan volume agak keras. Alunannya tak mampu mengusikku dari lamunan. Masih soal Bapak, ya Bapakku. Sejak pertemuan semalam raga dan pikiran ini sedikit terfokus padanya. Melankolis sekali, tadi pagi pemandangan di depan ku sukses membuatku baper. Ya Baper bahasa yang lagi ngetren saat ini. Ketika aku melihat seorang laki-laki paruh baya pasti pikiranku akan tertuju pada sosok Bapakku. Ah enyahlah, aku sedang ingin fokus. Hari ini adalah hari dimana aku harus berkutat kembali dengan realita. Tahun ajaran baru sama dengan menguras tenanga dan pikiran, dan aku tak ingin ada sedikit luka yang merusaknya.      ...

Bapakku Sudah Menua

Sempatkanlah tawa dalam tangis, dan sempatkanlah tangis dalam tawa. Entah sudah beberapa tahun lamanya sosok itu hilang, terlintas saja tidak. Acuh sudah menjadi obat penawar sakit atas luka lama, dan lebih parahnya lupa adalah penyakit kronisnya. Ketika kini aku berada pada zona nyaman, ingatanku itu mulai mengusik. Ia datang tanpa permisi dan parahnya lagi tak sopan menerobos masuk. Memasuki hatiku dan mencoret pikiranku, dan sontak membuatku kalut seketika. Ya, dia Bapakku, dia Bapak kandungku. Dia iya dia , bahkan aku mulai kasar dengan menyebut kata Dia . Bapak berbeda dengan ayah, ayahku sekarang jembatan asaku terutama keluargaku. Bapak yang dipikiranku sudah musnah, hilang, bahkan tenggelam jauh di dasarnya. Aku bahkan sudah mulai geram mengingatkan wajahnya, ingatanku pun buram terhadapnya. Namun aku tak pernah mampu menghapus memori suaranya, ya aku masih sangat mengenali suaranya.             Sontak dadaku ku berg...

Benci Bersekongkol dengan Enggan

Aku benci kesunyian Aku benci sendiri Aku benci gelap Dan aku benci menutup mata Tapi aku enggan berbaur Aku tak suka diganggu Aku tak suka disangkal Aku masih enggan simpati Ego ku lebih besar Amarahku lebih kalut Acuhku memuakkan Aku tak suka di usik Zona nyaman ku sangatlah empuk Zona mereka sungguh membosankan Aku enggan di keramaian Serasa kepala ku mau pecah Tak suka dengan mulut bersuit

Kupu-Kupu Cantik 2017

Selamat malam para penyedu tulisan, penikmat uap estetika. Ada salah satu petikan syair dari buku karya Salim A. Fillah dalam bukunya berjudul Dalam Dekapan Ukhuwah yaitu Alangkah syahdu menjadi kepompong, berkarya dalam diam, bertahan dalam kesempitan. Tetapi, bila waktu untuk menjadi kupu-kupu, tak ada pilihan selain terbang, menari, melantunkan kebaikan diantara bunga, menebar keindahan pada dunia. Dan angin pun memeluknya dalam sejuk dan wangi surga. Berbicara mengenai pergantian tahun ini,   banyak diantara kita yang berlomba-lomba untuk membuat resolusi di tahun 2017. Benar kah? Pasti sederet doa dan harapan sudah tersusun rapi di benak dan hati kita, bahkan tak jarang sudah tertulis rapi di buku catatan kita.             Keinginan dan harapan di tahun baru memang menjadi sebuah jembatan, jembatan penyambung asa. Meninggalkan tahun lalu dengan ekspetasi menggebu di tahun depan. Mengubur kelam di tahun lalu, meni...