Langsung ke konten utama

Semua Masih Berproses

 


Oke! Mari kita bacot eh ngoceh lagi! 

Beberapa teman udah mulai ngerasa perubahan dari seorang aku. Aku yang biasa berhati-hati dalam berucap, sebisa mungkin buat nggak nyakitin orang. Selain ucapan, aku juga berusaha buat nggak berbuat hal yang menyakiti orang lain terlebih teman. Kini, aku sedikit menjadi orang yang lebih berani buat ngeluarin isi hati. Bersikap dengan sepatutnya. 

Bukan! Bukan bersikap jahat ke orang sih, lebih ke menyikapi semua hal sesuai isi hati dan realita. Ya realita! Saking aku menjadi manusia sungkanan, aku nggak pernah bisa untuk berbuat jauh. Apa-apa aku tetap menomorsatukan perasaan orang lain di atas perasaanku sendiri. Ya mungkin ada baiknya, aku berusaha menjaga sebuah hubungan. Namun, juga ada banyak nggak enaknya. Aku mengobarkan tenaga, pikiran, dan waktu untuk memikirkan dan menyenangkan orang lain. 

Apakah perjalanan menjadi tangguh ini berjalan mulus? Tentu saja tidak! Walau aku sedikit tangguh alias berani buat bilang nggak, nggak suka, nggak terima, menolak, dan lain sebagainya. Aku masih kerap instropeksi atas apa yang kukatakan dan kuperbuat. Ternyata aku nggak setangguh itu. Aku masih saja memikirkan mereka, walau hanya dibatin nggak sampai keluar omongan dan perbuatan. 

Entahlah, ini bisa disebut perubahan baik atau nggak. Yang jelas aku ngerasa nyaman, ngerasa aman, ngerasa lebih plong, dan ngerasa sedikit lebih baik sebagai usaha untuk menjaga kewarasan diri. Buat sebagian mereka mungkin nggak bisa terima, belum bisa terima, atau ngerasa ada banyak berubah dari aku. Atau bahkan merasa tersakiti olehku. 

Tapi, aku menyadari. Setiap proses apapun, jalan apapun selalu ada resiko dan cerita di baliknya. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketiga Blogger Ini Buatku Bertumbuh dan Berkembang

Sejak dua hari lalu diriku tenggelam dalam aktivitas blog walking . Udah lama sekali nggak berkunjung ke blog temen dan blog orang-orang baru yang akhirnya kutahu. Dari aktivitas BW ini aku  menyadari bahwa untuk mendapatkan energi baik itu bisa dari mana aja, ya dari tulisan temen-temen salah satunya. Apalagi makin betah BW dan bisa kepoin satu blog berlama-lama karena isinya curhat. Ya ngalir aja mereka menceritakan setiap momen hidupnya. Dan aku sendiri sebagai pembaca juga enak-enak aja bacanya alias menikmati. Heem ya inilah,  dapat energi baik dari cerita temen-temen di blog.  Seperti halnya dua hari lalu aku baru nemu blog milik Kak/Mbak Eno nih (duh sok kenal ye), Kek ngerasa telat banget nggak sih? baru tahu si empunya blog yang isi kediamannya tuh bisa bikin aku betah berlama-lama. Ini lagi tahap kepoin semua tulisannya, lagi bertahap. Mohon ijin sama yang punya rumah, eh sungkem dulu ya mbak. Terus dari situ juga aku ngerasa dapat energi baik buat ngelanjut...

Sebuah Kegagalan yang Akan jadi Pembelajaran

Selang dua  jam lalu , saya menjadi orang yang benar-benar gagal. Sampai sekarang pun masih nggak bisa nerima. Nggak tahu harus gimana. Bawannya mewek, menyalahkan diri sendiri tepatnya. Bahkan terbesit pikiran buruk bahwa semua ini tak adil. Saya merasakan gagal yang luar biasa. Impian yang saya idam-idamkan seketika musnah setelah saya menatap lekat-lekat layar di ponsel. Bahkan, saya ulang-ulang masuk ke dalam akun itu. Tetap nggak berubah. Rasanya campur aduk, intinya saya gagal. Dan kegagalan ini yang membuat saya jatuh, hancur berkeping-keping harapan yang saya rajut. Entah, saya benar menjadi orang yang gagal. Mungkin jika ada yang baca tulisan ini menganggap saya terlalu lebay. Mendramatisir keadaan. Iya, saya sadari. Namun hati kecil saya tetap tidak bisa nerima. Tetap tidak bisa menetralkan segela campur aduk perasaan yang saya rasa.  Sebenarnya saya nggak ingin cerita lewat blog, takut malah memberikan konsumsi tulisan yang nggak baik. Nggak patut dibaca. Tapi, s...

Aku Ingin Berkabar

Halo november! Kalau mau bilang sih, emang bener waktu berjalan begitu cepat. Menuju tahun 2025 aja udah mau sebulan lebih dikit. Vera pun mengunjungi blog ini juga kalau lagi inget doang, seperti pagi ini. Lagi-lagi, aku kangen menulis tapi untuk mewujudkan rasa rindu ini memang sangatlah sulit. Buktinya juga enggak nulis-nulis lagi. Cuma kangen-kangen doang tanpa direalisasikan. Sampai rasanya kagok bukan main, kek sekarang.  Apakah aku benar-benar sudah lama tidak menulis? Atau bahkan berhenti menulis? Entahlah, aku juga bingung menyebutnya bagaimana. Kalau dibilang berhenti menulis di blog sih gimana, emang udah sangat-sangat jarang. Maybe kek rasanya ke sini cuma setahun bisa diitung jari. Tuhkan bener! Hampir setahun yang lalu, tulisan terakhirku di agustus tahun lalu. Tapi, aku juga enggak benar-benar berhenti nuls di platform lain.  Aku sampai bikin akun instagram untuk menulis apapun random, yang enggak terlalu panjang. Ya niat awalnya biar tetep bisa nulis dan enggak...