Langsung ke konten utama

Postingan

Ingin Aktif Ngeblog Lagi

  Kalau berkunjung ke sini artinya apa? Artinya rindu untuk kembali menulis di blog. Sepertinya memang sudah lama aku tidak berkecimpung di dunia bloger lagi. Mungkin setelah disibukkan dengan urusan duniawi. Hahaha! Terlihat lebay sekali ya, tapi memang begitu kenyataannya.  Kemarin entah kenapa ingatan saat ngeblog kembali muncul. Mulai dari merintis sampai dengan udah punya nama sendiri alias berdotcom. Kalau diingat-ingat memang serajin itu ya dulu. Sesuka itu nulis di blog, segembira itu bisa menyapa teman-teman yang lain. Dan enggak dipungkiri ya merasakan nikmatnya dapat sesuatu dari nulis, ya apalagi kalau bukan uang saku. Rasa-rasanya kemampuanku sekarang udah mlempem. Keknya lebih ke semangat nulisnya udah enggak seheboh dulu. Padahal kalau ditekuni tuh enjoy banget, bisa juga jadi sumber rejeki yang lain bukan? Kemarin juga sempat diajak ketemu temen-temen yang punya hobi sama dan menekuni blog. Tapi, lagi-lagi aku menolak. Entah kenapa makin susah ketemu orang baru...

Aku Ingin Berkabar

Halo november! Kalau mau bilang sih, emang bener waktu berjalan begitu cepat. Menuju tahun 2025 aja udah mau sebulan lebih dikit. Vera pun mengunjungi blog ini juga kalau lagi inget doang, seperti pagi ini. Lagi-lagi, aku kangen menulis tapi untuk mewujudkan rasa rindu ini memang sangatlah sulit. Buktinya juga enggak nulis-nulis lagi. Cuma kangen-kangen doang tanpa direalisasikan. Sampai rasanya kagok bukan main, kek sekarang.  Apakah aku benar-benar sudah lama tidak menulis? Atau bahkan berhenti menulis? Entahlah, aku juga bingung menyebutnya bagaimana. Kalau dibilang berhenti menulis di blog sih gimana, emang udah sangat-sangat jarang. Maybe kek rasanya ke sini cuma setahun bisa diitung jari. Tuhkan bener! Hampir setahun yang lalu, tulisan terakhirku di agustus tahun lalu. Tapi, aku juga enggak benar-benar berhenti nuls di platform lain.  Aku sampai bikin akun instagram untuk menulis apapun random, yang enggak terlalu panjang. Ya niat awalnya biar tetep bisa nulis dan enggak...

Hari Ini Bercerita

  Awalnya sih enggak kepengen nulis, tapi karena kebetulan buka laptop yaudahlah ya sekalian! Sekalian menumpahkan unek-unek di hati dan pikiran karena dah lumayan penuh ya bund!  Salah satunya nih! Tadi di sekolah aku dapat celetukan gini “Jangan Bu, jangan mau jadi mertuanya Bu Vera! Nanti apa-apa ditulis di sosmed, kan suka curhat di sosmed dia!” Dan apa reaksiku? Langsung berubah mukaku, lebih syok gitu! Tahan-tahan mukanya jangan kelihatan sakit hatinya, batinku. Huaaa langsung down seketika itu juga. Langsung tetiba nyalahin diri sendiri dan bergumam dalam hati mengiyakan “Mana aku suka curhat lagi di twitter!” “Salah ya?” Tetiba runtuh aja. Kek mau nampelin omongannya tuh enggak ada daya, tapi kalau diem kerasa banget sakit hatinya. Huaaaa!!!  Memang hampir setiap hari aku bakalan nulis apapun di twitter. Memang bener kata orang-orang tuh, si twitter tuh tempatnya sambat. Enggak tahu kenapa aku lebih bisa jujur di sana. Lebih nyaman cerita dan tentunya sambat....

Keputusan Terbaik untuk Kembali ke Dunia Bloger

  Memutuskan untuk menulis di blog merupakan satu dari keputusan di hidupku yang aku syukuri. Sudah lama ingin aktif kembali di dunia blogger ini. Setelah setahun lebih aku hanya fokus dengan agenda menulisku di platform lain bahkan porsi terbesarku menulis untuk sebuah pekerjaan. Padahal dulunya aku sering menuliskan hal apapun di blog. Apa yang aku suka dan gemari, ulasan (pribadi dan pekerjaan) pengalamanku, bahkan sampai curhatan.  Bahkan aku menerima beberapa pekerjaan lewat blogku setelah aku mulai aktif dan menekuninya di tahun 2017 an. Sungguh sayang blog yang aku bangun dan rawat dari tahun itu terpaksa harus hangus. Bahkan pula aku berikan tempat bernaung yang layak. Teringat, aku menyisihkan uangku dari hasil nulis artikel di media traveling lokal untuk membeli domain. Memang enggak murah, tapi aku masih ingat betul rasanya. Puas banget bisa memberi rumah blogku kala iti dengan jerih payah dari nulis juga. Setiap tahunnya pun aku masih rajin memperpanjang domain....

Bertegur Sapa setelah Sekian Lama

  Mari kita buka lembaran baru!  Siang ini aku sedang berada di kedai kopi langgananku. Hampir setiap hari ke sini. Kalau ke sini pesannya itu-itu mulu, jarang ganti! Selain males mikir mau pesan apa, udah cocok sama menu itu aja. Cuma siang ini aku pesan menu yang udah lama banget enggak aku pesan. Ini pun dah lama banget enggak pesen si kopi satu ini. Beberapa waktu lalu suka pesen menu kopi ini untuk temen melek sih. Yap! Siang ini aku pesan es kopi hitam atau black coffee ice. Ide terbesit ketika berada di kendaraan mikir pen seger-seger gitu. Yaudah pesen ini aja!  Oke kembali ke pernyataan awalku, "Mari kita buka lembaran baru!" Tepatnya sih "aku". Setelah setahun lebih enggak ngeblog, aku mulai dengan tulisan pendek ini ya! Aku memutuskan untuk ngeblog di tempat lain atau di sini ya? Ketika tulisan ini aku buat, aku masih bingung mau unggah di mana. Blogku berdomain sudah hangus sejak tahun lalu. Ketika aku memutuskan untuk enggak memperpanjang domain.  Yap! ...

Kapan Produktif?

Pengen gitu seminggu sekali rajin unggah tulisan. Tapi, ya belum apa-apa udah males duluan. Ada aja godaan  yang muncul. Semua ya berawal dari diri sendiri, enggak mau lawan rasa malas sih hu! Namanya alasan mah banyak, gini "Kalau dipaksain nanti enggak maksimal!". Halah! Bisa aja Ve Ve!  Pengen rutin bikin update-an dalam seminggu itu ngapain aja, apa yang dirasa, apa yang dilakukan, apa yang didapat. Apapun tentang keseharianlah ya!  Biar cita-cita bikin diari online tuh enggak berjalan setengah-setengah. Merekam momen ke dalam tulisan. Jadi deh jurnal digitalkan ya.  Aku emang lebih aktif di media sosial terutama instagram. Lumayan sering unggah konten karena aku juga lagi suka edit foto sama video gitu. Dan reels tuh bikin nagih, kek tiktok. Tapi, ya malah terkesan nyampah. Iya enggak sih? Ee tapi suka aja sih akunya. Nah lo gimana?  Oke kembali!  Apa yang aku abadikan lewat kamera ponsel enggak afdol rasanya enggak kuabadikan juga di tulisan, di sini....

Hai! Apa Kabar ?

Hai kamu apa kabar ? Aku harap kamu baik-baik aja ya! Kalau lagi enggak enak hati, lagi kesal sama keadaan enggak apa. Aku dukung dari sini, semoga semua yang menjadi risaumu segera reda. Hai! Banyak hal di luar sana yang belum kamu jelajahi. Jadi, ketika kamu udah ngerasa baik, keluar yuk! Siapa sih yang enggak punya impian ada seseorang yang selalu ada buat kita? Siapa sih yang enggak mau punya orang buat jadi temen diskusi  tukar pikiran? Siapa sih yang enggak butuh didengar? Aku butuh banget didengar, didengarkan setiap pendapat yang aku miliki alias persepsi terhadap sesuatu. Dengarkan dulu! Kalau kita emang beda, yuk diskusi! Makin ke sini, aku makin belajar akan namanya suatu hubungan. Bukan hanya kepada lawan jenis, tapi lebih ke lingkungan sosial. Apalagi sekarang aku udah kembali kerja normal dengan waktu yang jelas. Aku makin ketemu banyak orang dengan banyak isi kepala dan sifat berbeda-beda. Apalagi bekerja dan berpatner dengan mereka yang beda usia. Apalagi mereka ber...

Terapi Menulis

Pengen aja nulis sebelum berangkat kerja. Hari ini hari kedua aku ikutan pelatihan. Emm sejauh ini aku menikmati sih. Rasanya kek gini ya emang benar-benar haus akan ilmu tuh.  Semangat banget aku untuk pelatihan kali ini. Oke! Tapi, aku lagi enggak ngomongin soal kerjaanku sih, soal pelatihanku sih.  Aku emang menyadari itensitasku nulis kembali lagi redup sih alias bolong-bolong ngisinya. Pengennya tiap minggu ada aja tulisan, kek udpate 'A Day in My Life' gitu dibikin rajin. Tapi, ya namanya harapan selalu bisa aja melenceng karena kemalasan diri sendiri aja. Dan ada aja juga alasan lain. Apalagi kemarin baru ngerasain yang namanya patah hati lagi, ah sudahlah! Capek juga kalau inget-inget lagi.  Aku juga menyadari bahwasannya terapi untukkku sendiri, entah untuk patah hati atau kesetresanku yang lain salah satunya ya nulis. Aku sering sambat alias nulis apapun yang aku rasakan udah lama tuh di twitter. Walau pendek alias ceritanya enggak penuh, yang penting apa yang ...

Bunga yang Baru Mekar Dipaksa Layu

Kadang aku suka enggak terima dan ngerasa sebel gitu, di usia sekarang masih aja ngalamin yang namanya patah hati. Kek udah bosen dengan yang namanya cinta, tapi bukan suatu hubungan. Cerita lama yang sering terulang buatku tuh selalu jadi momok aja. Rasanya usia sekarang tuh kek malu aja, ngehabisin energi aja dengan yang namanya jatuh cinta berbelit-belit sampai kepada yang namanya patah hati.  Enggak mau ribet, kek udah ngerasa mual aja jika mulai dari awal (kek berasa tua banget ya kesannya). Kalau iya dan cocok, ya jalan dan melangkah. Kalau enggak, ya udah. Tapi, aku enggak bisa mengesampingkan proses sih. Aku butuh proses untuk mencerna, mengenal sampai dengan memutuskan buat menjalin hubungan. Cerita lama dan trauma mungkin (keluarga) membuatku benar-bener memilah. Tetapi, ternyata prosesku kelamaan. Aku enggak bisa dengan cepat memutuskan untuk siapa dan di mana akhirnya hati ini berlabuh. Sampai pada akhirnya, ketika aku udah mulai membuka hati ada aja cobaan yang sampai ...

A Week In My Life (Bisa Gitu Sehari Dibikin Syok)

Cerita seminggu kemarin absen karena aku males aja hehe. Dah satu asalan ini emang paling mendasari ya! Kita mulai di hari jumat minggu lalu yuk ya.  Dari awal enggak mulai dari hari senin, jadi semua berawal dari akhir pekan deh hehe. Enggak apa ya, tetep mau baca yekan? Bacalah! Maksa amat ya! Mulai di Jumat, 22 Agutus minggu lalu.  Jumat Sebenarnya hariku biasa-biasa aja sih. Emang enggak ada yang spesial atau gimana-gimana amat. Aku tekankan lagi, ketika kalian sampai pada postingan ini berarti kalian bener-bener gabut sih hehe. Tak apa, aku suka sih hihi. Karena awal kali bikin sesi konten ini ya karena gabut juga, biar keisi juga blog ini secara rutin.  Dan karena aku juga suka nonton 'a day in my life' gitu, entah di youtube atau tiktok jadi aku juga putuskan bikin yang sama tapi versi tulisan dulu. Nah ngomong soal konten ' a day in my life' aku udah mulai bikin dalam entuk video pendek yang keknya bakalan aku unggah di tiktok. Nah pas hari ini keknya perdana ...

A Week in My Life (Mulai Berdamai dengan Diri)

Mencoba rajin unggah tulisan seminggu sekali di sini. Ya seperti yang aku bilang sih, blog ini kek jadi diariku ketika aku lagi males nulis tangan. Yah aku punya buku diari khusus, tapi udah enggak kek dulu bisa nulis setiap hari dan rajin. Kalau ada hal baru atau berkesan bahkan sedih, bakal juga nulis sih. Tapi, untuk seminggu sekali patut dibiasakan supaya blog ini tetap tumbuh dan hidup aja.  Sabtu  Aku lupa banget sabtu minggu lalu aku ngapain aja sih? Keknya enggak ada kegiatan yang berarti juga sih. Kebanyakan tidur siang kayaknya, setelah sekian lama enggak ngerasin itu. Oh, aku ingat! Selalu sih kalau ini, ke Cokro sore hari. Padahal hari jumatnya juga udah ke sana. Ya kalau ketemu temen tuh kek suatu keharusan aja, selagi sempat. Selain nikmatin suasana biar enggak bosen di rumah, juga butuh tempat ngobrol aja. Ya enggak ? Minggu  Enggak jalan pagi, keknya aku sengaja juga bangun siang. Sorenya diajak Tutut ke kedai kopi pacarnya.  Jadi, aku udah pernah ke ...

Olahraga Pagi, Kerja, Ulang Tahun sampai Ketemu Temen : A Week In My Life

Keknya konten A Week In My Life bakal rutin aku buat deh di sini (haha semoga enggak malas). Ya semoga doanya dalam seminggu itu enggak males aja buat rekap kegiatan mingguan. Biar lebih kek nulis diari aja, itung-itung udah lama enggak nulis diari sih ya Jadi, itungannya nulis diari digital gitu. Tapi, mungkin ya enggak full semingguan, mungkin ada beberapa hari enggak ketulis. Kadang satu hari gitu enggak ngelakuin kegiatan atau  aktivitas yang wah gitu. Tidur rebahan terus misale, kek gitu aja pasti ngebosenin kan ya.  Seperti sekarang ini, aku lagi sedikit longgar alias lagi bosen gitu. Alhasil kita menengok saja si blog ini dan bertegur sapa dengan teman-teman lewat tulisan yang aku unggah di sini. Kita meneruskan postingan kemarin ya, semingguan ini ngapain aja dan ada hal menarik apa. Semoga enggak ada yang lupa dan kelewatan sih ya.  Sabtu  Akhir pekan ke sekolah buat rapat kepengurusan perpustakaan sekolah dan beberes perpustakaan sekolah. Yap! Semua guru b...

A Week In My Life

Tulisan ini dibuat karena terinspirasi sama tulisan Kak Lia . Bener banget karena sering nonton youtube, konten keseharian kek gini sukses menarik perhatianku juga. Nah! Karena eke alias aku enggak mainan youtube, yaudahlah ya cerita seminggu dibikin tulisan saja. Kak Lia makasih inspirasinya!!! Tapi, keknya enggak sampai minggu ya. Sampai hari ini aja deh ya.  Senin  Aku masih membiasakan diri dengan aktivitasku yang baru. Baru dapat dua minggu ngajar online (daring) nih, tapi cukup menguras energi. Bukan karena apa-apa sih, selain karena ngajar daring butuh usaha yang berlebih, aku masih rada kagok aja buat ngajar lagi. Keknya terhitung hampir tiga tahun enggak ngajar, apalagi ini kali pertama ngajar anak SMP. Lumayan tantangan juga sih. Aku berkali-kali rombak formula buat ngajar daring, formula buat anak-anak usia SMP di pembelajaran daring.  Alhamdulillah, ada satu temen angkatan dulu waktu S1 membagikan pengalamannya selama ngajar. Jadilah, aku terispirasi dari san...

Suka Nggak Bisa Ngerem

Di tengah-tengah pembelajaran daring, aku masih bisa nyambi buat nulis blog. Kali ini pendek aja, biar nggak bosen aja sih. Jadi, sembari nunggu anak-anak yang kiranya nggak paham atau perlu ada yang ditanyakan ke aku. Maklum anak kelas 7 masih sangat sangat banyak dan perlu bimbingan. Hape harus siap sedia selama pembelajaran ini keknya. Daripada aku sendiri gabut nunggu mereka, yadah sekalian aku nulis saja.  Kepengen banget gitu bisa nulis lancar jaya, nggak ada halang melintang di blog. Pen curhat tiap hari kalau bisa, biar nggak stres-stres banget eh ya. Tapi, kadang kalau udah capek eh alasan utama sih males ya. Gitu tuh udah nggak ada daya buat nulis. Sekedar curhat di twitter pun enggak.  Aku anaknya suka meluapkan segala hal, semua emosi. Kalau nggak diceritain ke temen ya nulis. Tapi, aku makin sadar sih kadang kalau ngomong nggak ada remnya. Hal yang harusnya nggak dibicarain malah keluar. Suka nyesel gitu sehabisnya.  Pahamkan ya maksudku gimana ? Kek nyesel ...

Susah Susah Gampang Membangun Kebiasaan Baik

Sembari menunggu jadwal pribadi, alangkah enaknya kita selingi dengan bercerita ria di sini saja.  Jadi, aku tuh bikin jadwal pribadi untuk ngontrol dan lagi membiasakan hal baik. Satu bulan sebelum ini berjalan sangat baik. Alasannya waktu itu aku baru aja sakit dan aku ketakutan soal itu. Nggak biasanya aku ngerasain KO yang bener-bener bikin aku ampun. Ampun bener deh! Jadilah, aku memulai ngebenerin pola hidup terutama pola tidurku.  Setahun deh keknya, insomnia dan begadang tiap malam. Jam tidur kebaliklah intinya, malam beraktivitas kek hantu siangnya kek nggak pernah lihat matahari. Bangun dan mulai gerak, kadang siang atau bahkan sore. Dah kek zombi gitulah. Nah itu intinya alasan akhirnya aku mulai bikin jadwal pribadi gitu. Kalau di bujo namanya 'habit tracker' , ya semacam itu. Tapi, aku bikin sederhana karena aku emang nggak cocok sama sistem bujo cantik dan terorganisir. Jadi, aku bikin sederhana versiku. Targetku cuma membangun kebiasaan baik aja.  Selebihny...

Pernikahan Emang Nggak Sesederhana Ucapan

Keknya emang buku Sophia Mega "Mengapa Pernikahan Memuakkan"  jadi salah satu buku yang membekas di tahun ini ya. Sekali duduk juga bacanya langsung kelar. Cuma karena aku anaknya sekarang kek nggak bisa ngelakuin sesuatu lama-lama seperti halnya juga baca buku, jadi ya sebisanya alias semampunya aja buat ngehabisin bukunya. Mending baca dulu aja kesanku baca buku ini di blogku sebelah. Klik di sini aja, nggak pakai ribet kok hehe.  Usia yang nggak bisa dikatakan muda ini emang rasanya gampang-gampang susah buat nyikapin sesuatu. Eh gimana? ada saatnya aku benar-benar bersyukur dan coba nerima keadaan, tapi ada kalanya juga rasanya kek ngerasa jatuh aja. Selingan nih, eee tapi kok aku malah tambah gendutan ya? Apakah aku benar-benar legowo menaruh apa-apa yang menjadi beban? Katanya sih kalau kita lebih legowo, lebih ayem bakalan makmur aja badannya. Katanya sih, tapi aku kek biasa aja gitu. Mungkin iya kali, aku lebih menerima keadaan apa pun itu. Bismillah aja semoga teta...

Sengaja Biar Dilihat Emak-Emak !

Kalau dapat omongan nggak mengenakkan yang datangnya dari suadara alias keluarga sendiri tuh yang paling bikin mangkel. Bawannya emosi saja, tersinggung tapi susah buat bales. Kalau bales omongongan dikiranya nggak tahu diri, nggak ada sopan santun. "Masa diomongin sama saudara bantah?" Duh!  Sekarang aku lumayan aktif bikin status alias update apa pun itu lebih banyak di whatsapp daripada instagram. Nggak tahu feelnya lebih ke situ dan bisa banyak aja. Masih suka takut nyampah di instagram sih, eh padahal di whatsapp sama aja sih nyampah. Tapi, kok nggak ada rasa sungkan? hehe . . .  Kek marketnya tuh (ceilah), sasarannya emang kepengen ke orang-orang terdekat yang pada punya nomorku. Awalnya secara langsung emang terkesan buat cari validasi gitu sih aku. Tapi,  lama-lama pen nyindir pelan. Pen kasih edukasi lan informasi ke oknum-oknum emak-emak dan suadara julid eh tetangga juga. Kek pengen kasih tahu aja lo, kalau kerja tuh nggak seputar harus ke kantor dan pakai ser...

Jangan Menghakimi Bacaan Orang Lain

Ide tulisan ini bener-bener spontan. Pas lagi bahas dan ngobrol aja masalah buku. Tepatnya masalah selera buku masing-masing orang. Kek semacam kesukaan akan makanan atau minuman, tiap orang pasti punya selera masing-masing. Pasti selera bukuku sama kamu juga beda. Bisa juga samakan. Dan semua buku itu baik, porsinya baik, apa yang didapatkan dari buku juga baik.  Sama kek hidup, nggak semua hal tentang buku kita harus tahu. Nggak semua buku di dunia kita harus tahu dan harus baca.   Bukan kuasa kita menghakimi bacaan orang. Setiap dari kita punya ketertarikan akan genre buku berbeda. Pun, setiap buku dan tulisan memiliki pembacanya masing-masing. Seperti halnya cita-cita dan harapan, setiap manusia tumbuh dengan apa yang ia citakan dan harapkan. Namun, seiring waktu akan berubah. Begitu pula buku bacaan yang akan ku lahap, makin ke sini memang makin variatif. Untuk saat ini aku memang tertarik dengan buku nonfiksi, lebih tentang buku pengembangan diri, self love, motivas...

Pertama Kali Mendapat Kartu Pos Edisi Lebaran

Keknya seumur-umur aku belum pernah mendapatkan postcard atau kartu pos deh. Kalau nggak salah ingat nih ya. Jadi, masa kecil dengan pengalaman sahabat pen   keknya juga nggak ada. Sering mupeng juga tiap baca majalah gitu ada kolom buat surat menyurat kepada sahabat pena. Jadi, belum pernah ngerasain sensasinya buat tukeran surat atau pun kartu pos gitu.   Dan sebelumnya aku sempat baca blog tentang temen-temen bloger yang saling berkirim postcard. Wah, baru aja aku udah ngerasain seru walau cuma sebagai pembaca aja. Walau jaman udah berbeda kek gini, berkirim pesan, kabar, atau ucapan bisa dengan cepat lewat ponsel pintar. Tetapi, pasti ada sensasi beda jika berkirim kabar kek jaman dulu. Yap! Berkirim surat atau kartu pos.  Nah, nggak tahu kenapa pas lagi gumam sendiri eee tetiba ada yang nawarin diri buat kirim kartu pos ke aku. Temen bloger, juga temen deket si Andhira . Lhah, baru aja aku ngebatin lo ee dapat kesempatan buat dikasih kartu pos. Nah, berawal...

Momen Lebaran yang Paling Berkesan

Mulai dari mana ya kira-kira hehe . . . Kelamaan nunda-nunda tulisan jadi ilang deh ya ide-idenya.  Tahun ini masih sama seperti tahun kemarin, lebaran di musim pandemi. Lebaran nggak seramai lebaran tahun-tahun sebelumnya karena suadara jauh juga nggak bisa datang ke rumah. Tetapi, lebaran tahun ini aku ngerasa nggak sesepi tahun kemarin sih. Lumayan rame dan lumayan banyak tamu yang datang.  Di lebaran tahun ini juga, ayah dan adek pulang kecuali adek bungsu. Jadi, personil cukup lengkap lebaran kali ini. Suasananya nggak sesepi tahun kemarin, kek ada suka cita dan lebih berbunga aja tahun ini walau semua masih serba terbatas. Aku juga nggak banyak silaturohmi ke mana-mana, yang penting keluarga deket rumah, tetangga gitu udah semua. Ya selebihnya cuma bisa virtual.  Aku ngerasa ramadan dan lebaran tahun ini lebih kerasa adem ayem, suasananya aku suka. Aku ngerasa lebih menikmati, tentram gitu hatiku. Nggak tahu kenapa kerasa beda banget. Aku lebih ngerasa benar-benar m...