Langsung ke konten utama

Menikmati Indahnya Pesona Karanggongso dari Jembatan Luna Maya


              BERKUNJUNG ke Trenggalek, muskil rasanya tanpa menikmati pesona pantainya yang luar biasa. Pantai pasir putih Karanggongso adalah salah satunya.
Bukan sekadar hamparan pasir putihnya yang menjadikan batas pantai dengan lautan terlihat begitu kontras, putihnya pasir di pantai dan birunya lautan lepas nan cantik.
              Keindahan yang bisa dinikmati semakin jauh ke tengah laut akan semakin luar biasa pesonanya dari jembatan Luna Maya. Inilah salah satu jembatan yang menjadi daya tarik Pantai Karanggongso.Kenapa harus Luna Maya? Ya, itulah pertanyaan yang acap muncul dari para pengunjung setiapkali datang ke Karanggongso.Rasa penasaran akan jembatan Luna Maya ini akhirnya terjawab dari penuturan warga setempat. Jembatan kayu yang membentang dari bibir pantai hingga ke tengah lautan ini dahulunya pernah dijadikan tempat syuting mantan kekasih Ariel, vokalis Noah.
             Nah, dari situlah masyarakat menyebutnya dengan jembatan Luna Maya. Suasana pantai yang tidak terlalu ramai, memberikan kesan menenangkan dan serasa pulau milik pribadi. Daya tarik pantai ini jelaslah jembatan Luna Maya yang dijadikan objek foto oleh setiap wisatawan.
Spot foto dari berbagai sudut jembatan ini sangat bagus dan menjadi oleh-oleh perjalanan yang tak terlupakan. Berfoto di sepanjang jembatan dengan latar belakang lautan biru menambah nilai keindahannya.
             Untuk menuju  ke pantai pasir putih Karanggongso ini tidaklah sulit, dari pantai Prigi dapat ditempuh dengan perahu ataupun berjalan kaki. Silakan nikmati pesona pantai dan jangan foto berfoto bersama Luna Maya ya...

http://surabaya.tribunnews.com/2017/01/18/menikmati-indahnya-pesona-karanggongso-dari-jembatan-luna-maya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bertegur Sapa setelah Sekian Lama

  Mari kita buka lembaran baru!  Siang ini aku sedang berada di kedai kopi langgananku. Hampir setiap hari ke sini. Kalau ke sini pesannya itu-itu mulu, jarang ganti! Selain males mikir mau pesan apa, udah cocok sama menu itu aja. Cuma siang ini aku pesan menu yang udah lama banget enggak aku pesan. Ini pun dah lama banget enggak pesen si kopi satu ini. Beberapa waktu lalu suka pesen menu kopi ini untuk temen melek sih. Yap! Siang ini aku pesan es kopi hitam atau black coffee ice. Ide terbesit ketika berada di kendaraan mikir pen seger-seger gitu. Yaudah pesen ini aja!  Oke kembali ke pernyataan awalku, "Mari kita buka lembaran baru!" Tepatnya sih "aku". Setelah setahun lebih enggak ngeblog, aku mulai dengan tulisan pendek ini ya! Aku memutuskan untuk ngeblog di tempat lain atau di sini ya? Ketika tulisan ini aku buat, aku masih bingung mau unggah di mana. Blogku berdomain sudah hangus sejak tahun lalu. Ketika aku memutuskan untuk enggak memperpanjang domain.  Yap! ...

Sebuah Kegagalan yang Akan jadi Pembelajaran

Selang dua  jam lalu , saya menjadi orang yang benar-benar gagal. Sampai sekarang pun masih nggak bisa nerima. Nggak tahu harus gimana. Bawannya mewek, menyalahkan diri sendiri tepatnya. Bahkan terbesit pikiran buruk bahwa semua ini tak adil. Saya merasakan gagal yang luar biasa. Impian yang saya idam-idamkan seketika musnah setelah saya menatap lekat-lekat layar di ponsel. Bahkan, saya ulang-ulang masuk ke dalam akun itu. Tetap nggak berubah. Rasanya campur aduk, intinya saya gagal. Dan kegagalan ini yang membuat saya jatuh, hancur berkeping-keping harapan yang saya rajut. Entah, saya benar menjadi orang yang gagal. Mungkin jika ada yang baca tulisan ini menganggap saya terlalu lebay. Mendramatisir keadaan. Iya, saya sadari. Namun hati kecil saya tetap tidak bisa nerima. Tetap tidak bisa menetralkan segela campur aduk perasaan yang saya rasa.  Sebenarnya saya nggak ingin cerita lewat blog, takut malah memberikan konsumsi tulisan yang nggak baik. Nggak patut dibaca. Tapi, s...

Aku Ingin Berkabar

Halo november! Kalau mau bilang sih, emang bener waktu berjalan begitu cepat. Menuju tahun 2025 aja udah mau sebulan lebih dikit. Vera pun mengunjungi blog ini juga kalau lagi inget doang, seperti pagi ini. Lagi-lagi, aku kangen menulis tapi untuk mewujudkan rasa rindu ini memang sangatlah sulit. Buktinya juga enggak nulis-nulis lagi. Cuma kangen-kangen doang tanpa direalisasikan. Sampai rasanya kagok bukan main, kek sekarang.  Apakah aku benar-benar sudah lama tidak menulis? Atau bahkan berhenti menulis? Entahlah, aku juga bingung menyebutnya bagaimana. Kalau dibilang berhenti menulis di blog sih gimana, emang udah sangat-sangat jarang. Maybe kek rasanya ke sini cuma setahun bisa diitung jari. Tuhkan bener! Hampir setahun yang lalu, tulisan terakhirku di agustus tahun lalu. Tapi, aku juga enggak benar-benar berhenti nuls di platform lain.  Aku sampai bikin akun instagram untuk menulis apapun random, yang enggak terlalu panjang. Ya niat awalnya biar tetep bisa nulis dan enggak...