Langsung ke konten utama

Ganti Judul Lagi



Ganti judul  . . .

Masalah ini yang ku tahu nggak aku ajah yang ngalamin. Jadi, ya emang ini adalah bumbu polemik mahasiswa semester akhir. Jujur, mikir sih iya selesai bimbingan, tapi habis itu yang biasa aja. Mau uring-uringan juga buat apa. Justru tertolong sih kalau kataku dengan ganti judul yang ini walau harus observasi lagi dari awal. 

Objekku emang diganti, tapi nggak masalah lah bismillah aja. Dari semalam aku berkutik sama tesis sih, terutama nyelesain bab 1. Terutama lagi nyusun spesifikasi produk karena penelitianku pengembangan dan bikin produk sebagai bahan ajar tapi berbasis media kek animasi gitu. 

Kemarin aku sama temen ke Roemah Kantja, kafe yang juga masuk daftar tempat yang pengen ku kunjungi walau nggak sepecat itu juga terkabul. Kemarin setelah seharian di kos doang, emang seharusnya keluar kandang biar nggak stres sih haha alasan emangan! Asli rame banget di sana, aslinya sih nggak nyaman tapi ya lumayan malah bisa konsentrasi dan keburu ngerjainnya. 

Di tengah suasana rame kafe aku udah bisa hampir nyelesain bab 1 yang masih ngawang dan ngawur sih. Ya gimana nggak ngawang sama ngawur, ngerjain cuma berapa jam doang. Rasanya emang kudu bikin kerangka alias konsep dulu baru bisa nentuin gimana produkku nanti. Tapi, dengan kerja di tengah orang kek gitu aku ngerasa kek dikejar waktu dan mau nggak mau ya harus mikir. 

Tadi pagi sebelum bimbingan selesain dulu karena emang semalem belum selesai. Sejujurnya bimbingan siang hari itu aku males. Jam tidur pikirku haha, dasar! Tadi ajah aku bikin status saking takutnya mager dan akhirnya segera berangkat. Kalau sama pembimbing 1 selalu ku jadwalkan buat bimbingan hari rabu sih. Nah, untuk pembimbing 2 masa ya aku belum pernah nemuin beliau sama sekali coba? pikirku ku kelarkan dulu kerangka berpikir ke dosen 1 alias fiks gitu. Alibi lagi haha!

Nggak tahu kenapa juga, tadi pas bimbingan agak khawatir sih. Padahal ya udah selesai eee bener dong harus ganti judul. Mikir dari awal ya jelas, tapi cukup kasih aku gambaran sih. 

PR selanjutnya jelas mulai observasi objek dari awal, cari jurnal untuk nemuin pendekatan yang pas, sama ya latihan nulis dan ngembangin bahasa buat si proposal agar terlihat enak dan cantiklah pas dibaca. 


Selamat istirahat . . . 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bertegur Sapa setelah Sekian Lama

  Mari kita buka lembaran baru!  Siang ini aku sedang berada di kedai kopi langgananku. Hampir setiap hari ke sini. Kalau ke sini pesannya itu-itu mulu, jarang ganti! Selain males mikir mau pesan apa, udah cocok sama menu itu aja. Cuma siang ini aku pesan menu yang udah lama banget enggak aku pesan. Ini pun dah lama banget enggak pesen si kopi satu ini. Beberapa waktu lalu suka pesen menu kopi ini untuk temen melek sih. Yap! Siang ini aku pesan es kopi hitam atau black coffee ice. Ide terbesit ketika berada di kendaraan mikir pen seger-seger gitu. Yaudah pesen ini aja!  Oke kembali ke pernyataan awalku, "Mari kita buka lembaran baru!" Tepatnya sih "aku". Setelah setahun lebih enggak ngeblog, aku mulai dengan tulisan pendek ini ya! Aku memutuskan untuk ngeblog di tempat lain atau di sini ya? Ketika tulisan ini aku buat, aku masih bingung mau unggah di mana. Blogku berdomain sudah hangus sejak tahun lalu. Ketika aku memutuskan untuk enggak memperpanjang domain.  Yap! ...

Sebuah Kegagalan yang Akan jadi Pembelajaran

Selang dua  jam lalu , saya menjadi orang yang benar-benar gagal. Sampai sekarang pun masih nggak bisa nerima. Nggak tahu harus gimana. Bawannya mewek, menyalahkan diri sendiri tepatnya. Bahkan terbesit pikiran buruk bahwa semua ini tak adil. Saya merasakan gagal yang luar biasa. Impian yang saya idam-idamkan seketika musnah setelah saya menatap lekat-lekat layar di ponsel. Bahkan, saya ulang-ulang masuk ke dalam akun itu. Tetap nggak berubah. Rasanya campur aduk, intinya saya gagal. Dan kegagalan ini yang membuat saya jatuh, hancur berkeping-keping harapan yang saya rajut. Entah, saya benar menjadi orang yang gagal. Mungkin jika ada yang baca tulisan ini menganggap saya terlalu lebay. Mendramatisir keadaan. Iya, saya sadari. Namun hati kecil saya tetap tidak bisa nerima. Tetap tidak bisa menetralkan segela campur aduk perasaan yang saya rasa.  Sebenarnya saya nggak ingin cerita lewat blog, takut malah memberikan konsumsi tulisan yang nggak baik. Nggak patut dibaca. Tapi, s...

Aku Ingin Berkabar

Halo november! Kalau mau bilang sih, emang bener waktu berjalan begitu cepat. Menuju tahun 2025 aja udah mau sebulan lebih dikit. Vera pun mengunjungi blog ini juga kalau lagi inget doang, seperti pagi ini. Lagi-lagi, aku kangen menulis tapi untuk mewujudkan rasa rindu ini memang sangatlah sulit. Buktinya juga enggak nulis-nulis lagi. Cuma kangen-kangen doang tanpa direalisasikan. Sampai rasanya kagok bukan main, kek sekarang.  Apakah aku benar-benar sudah lama tidak menulis? Atau bahkan berhenti menulis? Entahlah, aku juga bingung menyebutnya bagaimana. Kalau dibilang berhenti menulis di blog sih gimana, emang udah sangat-sangat jarang. Maybe kek rasanya ke sini cuma setahun bisa diitung jari. Tuhkan bener! Hampir setahun yang lalu, tulisan terakhirku di agustus tahun lalu. Tapi, aku juga enggak benar-benar berhenti nuls di platform lain.  Aku sampai bikin akun instagram untuk menulis apapun random, yang enggak terlalu panjang. Ya niat awalnya biar tetep bisa nulis dan enggak...