Langsung ke konten utama

5 Serial TV Favorit

Sumber Gambar : Pinterest


Dah lama kali ya nggak nonton tv. Paling cuma sekilas-kilas kalau lagi penat sama hape. Itupun, nggak sampai ngikutin serial atau seris lama-lama. Tapi, kadang emang merindukan momen nonton tv. Hape ditaruh, nggak fokus sama hape. Ya udah duduk manis atau sambil tiduran buat nonton tv. Nyaman gitu ~~~

Nah, sekarang makin jarang nonton tv karena tv di rumah bermasalah. Kadang bisa nyala, kadang nggak. Nggak ada tindakan lagi karena orang rumah juga jarang nonton tv. Ibuk punya tv sendiri, sedangkan di sini nenek juga nggak terlalu suka nonton. Pukul 7 malam dah mentok, mentok melek dan segera tidur hehe. Aku sama sepupu juga lebih sering mantengin hape. 

Oke, suruh nebutin lima serial tv favorit ya?? Emm coba aku ingat-ingat dengan baik. 

Gini, jadi bedanya serial sama seris apa nih? Dari sepahamanku, pas nyari referensi tuh kalau seris tuh ceritanya terikat satu sama lain. Nah, kalau serial walau semua komponen dalam cerita sama tetapi konfilknya beda-beda. Nggak harus nyambung dari cerita satu ke cerita lain gitu. Seumpama salah atau kurang tepat, mohon koreksinya ya. Maaf masih awam soalnya mau nulis ini juga rada bingung serial tuh yang kek gimana .

Oke, lanjut!! Nggak tahu juga nih yang bakalan aku sebutkan udah masuk dalam kategori serial apa bukan. Semoga sih iya, kalaupun nggak kiranya tayangan ini bener-bener aku ingat dan cukup berkesan.

Doraemon 

Sampai sekarang masih tayangkan tiap pagi di TV walau ceritanya banyak yang diulang-ulang. Dulu selalu rajin nonton Doraemon tiap pagi. Kalau nggak salah kartun-kartun dulu tuh sering juga tayang pagikan ya. Cerita setiap episode pasti beda, kek intinya alat Doraemon mana lagi yang digunakan Nobita dengan ceroboh alias dibuat main-main. 

Kalau yang kerap tayang sekarang tuh dengan cerita atau episode cukup panjang. Kek episode Doraemon, Nobita, dan yang lain menjelajah dunia lain pakai mesin ruang waktu. Seru! Walau di usia sekarang gini masih seru dan semangat aja nontonnya. Walau nggak ada tv, masih ada ponsel pintar katanya hehe. 

Jungkir Balik Dunia Sissy

Keknya tayang siang deh. Pokoknya pulang sekolah tuh pen buru-buru sampek rumah buat nonton. Apalagi sepedahan juga waktu itu, kira-kira jaraknya 5km atau bahkan lebih. Kalau inget perjuangannya buat segera nonton, panas-panas plus ngayuh gitu (ealah pakai drama). 

Aku suka sama karakter Putri Titian waktu gitu, manja-manja ngeselin tapi gemes asyik aja nontonnya. Apalag juga dengan latar anak SMP, tingkatanku sekolah pada waktu itu. Kek merasa sama aja gitu, kan kadang kita sukakan ya nonton sesuatu yang sama atau releted kek kita

Drama di rumah dan sekolahnya. Apalagi kehidupannya tiba-tiba aja berubah, yang awalnya hidup berkecukupan saat itu harus jatuh miskin. Dia harus rela tinggal dengan asisten rumah tangganya. Cerita kek ginikan hampir-hampir sering kita jumpai, tapi Jungkir Balik Dunia Sissy punya kesan tersendiri aja waktu itu. Cerita remaja kekinian pada jamannya. 

Persahabatan Bagai Kepompong 

Semoga aku tidak lupa mengingat akan ceritanya. Nah, jadi aku seneng banget dari dulu nontonin sesuatu itu berbau anak sekolahan. Sampai sekarang pun masih walau udah pernah jadi guru. Nggak tahu kenapa rasanya kalau anak sekolah tuh, hepi banget bawaannya. Paling masalah terberat ya seputar sekolahnya, pelajaran. Atau ya paling kisah cinta di sekolah. Tetapi, justru itu serunya anak sekolah. 

Apalagi kisah persahabatan kek serial satu ini. Dengan empat orang cewek dan satu cowok. Satu-satu cowok dalam gengnya. Sering dipanggail aa' Iin sama temen-temennya. Aku punya ceirta, nah pas SMA tuh aku punya temen yang hampir mirip sama dengan pemeran cowok dalam geng cewek ini. Mulai dari fisiknya, putih, agak gembul dikitlah terus pakai kaca mata. Dan lumayan tokcer deh otaknya. Aku panggil dengan sebutan aa' Iin. Sampai sekarang kalau pas ketemu ya nggak pernah manggil nama aslinya. 

Benar-benar cerita sekolah, cerita anak SMA dengan persahabatannya inilah menjadi salah satu serial favoritku waktu itu. 

Tukang Ojek Pengkolan 

Siapa sih yang nggak tahu sama tontonan satu ini. Sampai beranak pinak dalam keluarga alias punya silsilah baru, sampai dengan semua hal di dalamnya bertumbuh. Ya kek kehidupan nyata, setiap semuanya pasti berubah. Di sinilah nilai bagusnya dan okenya buatku. Bener-bener kek kerasa ngalir, kek kehidupan. 

Konflik tiap episode beda,  tapi dengan latar cerita sama (kek latar belakang cerita dan alurnya). Mulai dari udah beristri, memiliki anak, punya tetangga baru, ganti kerjaan. Intinya ngikutin jaman. Nggak tahu kenapa lihatnya adem-adem aja walau sekarang udah jarang nonton. Eh apalagi pas episiode Beben nih, si tukang ojek online, seru nontonnya! Rela deh mantengin, konfilk sederhana tapi gena di aku. 

Boy Before Flower (BBF) 

Nggak tahu ya, ini masuk serial atau nggak. Drama Korea pertama yang kutonton dan ngena banget di aku. Alias aku benar-benar paham. Eem kek gini ya drakor?! padahal juga nonton Full House sebelumnya. Emang kalau nuansa dan cerita anak sekolah adalah cerita yang paling kusuka. Termasuk BBF ini, benar-benar konfilk anak sekolah dan keluarga yang berhasil membuatku jatuh cinta apalagi dengan Lee Min Ho. 

Sampai sekarang kalau ada drama yang main si doi, pasti nonton walau aku anaknya nggak maniak drakor banget. Ya kalau kiranya menarik dan siapa pemerannya pasti nonton. Kalian pernah nonton BBF juga nggak nih? 


Ingatanku buruk banget ya keknya hihi. Itulah kelima Serial TV favoritku, ada beberapa tapi ya gitu lupa. Dan lagian sekarang sangat jarang nonton tv. 


Komentar

  1. AHAAAAA, Kepompooong! Ya ampun aku duli juga ngikutin yang ituuuu. TOP nih pingin banget aku nonton tapi kayaknya aku udah ketinggalan jauh banget, hikss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeee emang satu era ya kita bund wkwkwk ... aku wes sowe gg nnton TOP saiki

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bertegur Sapa setelah Sekian Lama

  Mari kita buka lembaran baru!  Siang ini aku sedang berada di kedai kopi langgananku. Hampir setiap hari ke sini. Kalau ke sini pesannya itu-itu mulu, jarang ganti! Selain males mikir mau pesan apa, udah cocok sama menu itu aja. Cuma siang ini aku pesan menu yang udah lama banget enggak aku pesan. Ini pun dah lama banget enggak pesen si kopi satu ini. Beberapa waktu lalu suka pesen menu kopi ini untuk temen melek sih. Yap! Siang ini aku pesan es kopi hitam atau black coffee ice. Ide terbesit ketika berada di kendaraan mikir pen seger-seger gitu. Yaudah pesen ini aja!  Oke kembali ke pernyataan awalku, "Mari kita buka lembaran baru!" Tepatnya sih "aku". Setelah setahun lebih enggak ngeblog, aku mulai dengan tulisan pendek ini ya! Aku memutuskan untuk ngeblog di tempat lain atau di sini ya? Ketika tulisan ini aku buat, aku masih bingung mau unggah di mana. Blogku berdomain sudah hangus sejak tahun lalu. Ketika aku memutuskan untuk enggak memperpanjang domain.  Yap! ...

Sebuah Kegagalan yang Akan jadi Pembelajaran

Selang dua  jam lalu , saya menjadi orang yang benar-benar gagal. Sampai sekarang pun masih nggak bisa nerima. Nggak tahu harus gimana. Bawannya mewek, menyalahkan diri sendiri tepatnya. Bahkan terbesit pikiran buruk bahwa semua ini tak adil. Saya merasakan gagal yang luar biasa. Impian yang saya idam-idamkan seketika musnah setelah saya menatap lekat-lekat layar di ponsel. Bahkan, saya ulang-ulang masuk ke dalam akun itu. Tetap nggak berubah. Rasanya campur aduk, intinya saya gagal. Dan kegagalan ini yang membuat saya jatuh, hancur berkeping-keping harapan yang saya rajut. Entah, saya benar menjadi orang yang gagal. Mungkin jika ada yang baca tulisan ini menganggap saya terlalu lebay. Mendramatisir keadaan. Iya, saya sadari. Namun hati kecil saya tetap tidak bisa nerima. Tetap tidak bisa menetralkan segela campur aduk perasaan yang saya rasa.  Sebenarnya saya nggak ingin cerita lewat blog, takut malah memberikan konsumsi tulisan yang nggak baik. Nggak patut dibaca. Tapi, s...

Aku Ingin Berkabar

Halo november! Kalau mau bilang sih, emang bener waktu berjalan begitu cepat. Menuju tahun 2025 aja udah mau sebulan lebih dikit. Vera pun mengunjungi blog ini juga kalau lagi inget doang, seperti pagi ini. Lagi-lagi, aku kangen menulis tapi untuk mewujudkan rasa rindu ini memang sangatlah sulit. Buktinya juga enggak nulis-nulis lagi. Cuma kangen-kangen doang tanpa direalisasikan. Sampai rasanya kagok bukan main, kek sekarang.  Apakah aku benar-benar sudah lama tidak menulis? Atau bahkan berhenti menulis? Entahlah, aku juga bingung menyebutnya bagaimana. Kalau dibilang berhenti menulis di blog sih gimana, emang udah sangat-sangat jarang. Maybe kek rasanya ke sini cuma setahun bisa diitung jari. Tuhkan bener! Hampir setahun yang lalu, tulisan terakhirku di agustus tahun lalu. Tapi, aku juga enggak benar-benar berhenti nuls di platform lain.  Aku sampai bikin akun instagram untuk menulis apapun random, yang enggak terlalu panjang. Ya niat awalnya biar tetep bisa nulis dan enggak...