Langsung ke konten utama

Barang Wajib Dalam Tas



Barang wajib dalam tasmu apa nih? Kalau ditanya demikian, jawabnya tergantung aku pakai tas mana hihi. Dan untuk keperluan apa biasanya pakai tas itu. Mau pergi ke mana itu disesuaikan sama tasnya sih hihi. Padahal aku juga bukan manusia yang koleksi tas, apalagi tas mahal karena udah dari dulu jadi mental anak murah meriah. Yang penting nyaman dan awet. 

Aku bikin dua versi tas yang biasa aku pakai ya. Dari situ aku bisa nyimpulin  barang apa aja sih yang biasanya aku bawa atau ada dalam tas. Langsung saja kita mulai!

Sling Bag

Biasanya pakai tas model satu ini untuk main-main aja dengan jangka waktu nggak panjang. Ya entah jalan-jalan dan nongkrong. Alias nggak mau ribet, jadi ya pakai tas simpel aja nih. Biasanya apa sih yang ada dalam tas mungil ini ?

Ponsel 

Keknya emang beneran barang wajib ya. Ya walau setiap saat kita nggak lepas sama yang namanya ponsel. Tetapi, kalau pas lagi pergi atau janjian sama temen tuh wajib banget bawa ponsel supaya bisa berkabar. Sedikit cerita hihi, aku pernah ada satu waktu tuh nggak pengen keluar bawa ponsel (kalau cuma nongkron, jajan, jalan ya). Selain waktu itu si ponsel lama emang baterainya gampang habis, juga biar nggak fokus aja sama ponsel. Supaya bisa menikmati suasana. Tetapi, karena itu juga sering diomelin temen-temen katanya susah kalau mau janjian atau lagi butuh sama aku. 

Penyanitasi Tangan atau Hand Sanitizer

Jadi barang wajib apalagi di musim pandemi kek gini. Kita nggak pernah tahu akan ada virus atau nggak di tempat yang kita tuju. Selain itu, ngerasa kek aman aja bawa penyanitasi tangan sendiri walau di tempat yang kita tuju juga disediakan.

Dompet

Ya jelaslah ya! Jadi  barang wajib juga selain naruh uang,  juga naruh identitas diri dan ATM. Pasti butuh banget si dompet apalagi di kotaku masih sering  menggunakan pembayaran tunai daripada debit sih. Jadi, bawa dompet dengan berisi uang menjadi hal wajib. Atau kalau lagi males bawa dompet, uang, identitas diri, sama ATM kadang cuma taruh di belakang ponsel atau di saku jaket hihi. 

Masker 

Jelas ya bawa masker. Aku kadang bawa masker cadangan, kadang nggak. Soalnya kadang  masker tiba-tiba kotor atau rusak. Aku pakai masker sekali pakai. 

Sedotan Stainless  atau Alat Makan 

Dalam satu kantong udah ada peralatan makan dan minumnya sih. Akan lebih baik bawa sendiri ya, buat jaga-jaga diri. Tetapi nih, jika kiranya si sling bag nggak terlalu muat biasanya aku skip bawa alat makan ini. 


Tote Bag dan Ransel 

Kiranya barang-barang yang ada dalam kedua model tas ini hampir sama sih. Biasanya model kedua tas ini aku pakai ketika aku ngampus, kerja di luar, main keluar untuk baca buku atau kerja, sampai kepada momen ketika keluar membutuhkan banyak ruang untuk naruh beberapa barang di dalamnya. 

Masih sama bawa ponsel, bawa penyanitasi tangan, dompet, masker, dan alat makan sendiri. Bedanya, kadang bawa laptop sama alat-alat nulis. Kalau jenuh kerja dari rumah atau nulis di rumah, aku selalu ke kedai kopi nyari suasana baru dan segar gitu supaya lebih semangat. Jadi, harus bawa tote bag atau ransel. Harus bawa laptop sekaligus pengisi dayanya. Kemudian bawa note atau catatan gitu. 

Buku Bacaan dan Buku Agenda 

Tak jarang selain bawa buku catatan, juga bawa buku bacaan supaya bisa dibaca di manapun tempat yang aku mau. Ya sama, tak jarang kepengen baca buku di luar gitu kek di kedai kopi. Kalau bawa buku catatan, juga bawa alat tulisnya. Buku untuk menulis daftar aktivitas dan merekam ide. 

Jas Hujan 

Ini sih selalu ada di motor. Tetapi, tak jarang aku taruh di tas. Apalagi musim hujan, wajib banget bawa jas hujan. 

Kok nggak bawa botol air Ve? Seperti yang aku bilang, aku anaknya labil wkwkw. Kadang bawa, kadang nggak. Kebanyakan lupa akhirnya nggak bawa. Padahal penting, padahal juga masih banyak ruang dalam tas. 


Jadi , dalam tas kalian sendiri isinya apa aja nih? 

Komentar

  1. Ponsel, buku, dompet, hand sanitizer. Biasanya isi tas aku kayak begini 🤣
    Sekarang ini selalu mengusahakan bawa buku kemana-mana walaupun kadang nggak kebaca sih 😂 tapi dengan membawa buku saat berpergian, jadi ada dorongan lebih untuk membaca. Kak Vera ngerasa gini juga nggak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget Kak Lia penting bawa aja, entah dibaca apa nggak. Tetapi, berguna gitu kalau pas lagi kosong bisa dibaca.Dan ada niat buat baca buku yang kita bawa :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bertegur Sapa setelah Sekian Lama

  Mari kita buka lembaran baru!  Siang ini aku sedang berada di kedai kopi langgananku. Hampir setiap hari ke sini. Kalau ke sini pesannya itu-itu mulu, jarang ganti! Selain males mikir mau pesan apa, udah cocok sama menu itu aja. Cuma siang ini aku pesan menu yang udah lama banget enggak aku pesan. Ini pun dah lama banget enggak pesen si kopi satu ini. Beberapa waktu lalu suka pesen menu kopi ini untuk temen melek sih. Yap! Siang ini aku pesan es kopi hitam atau black coffee ice. Ide terbesit ketika berada di kendaraan mikir pen seger-seger gitu. Yaudah pesen ini aja!  Oke kembali ke pernyataan awalku, "Mari kita buka lembaran baru!" Tepatnya sih "aku". Setelah setahun lebih enggak ngeblog, aku mulai dengan tulisan pendek ini ya! Aku memutuskan untuk ngeblog di tempat lain atau di sini ya? Ketika tulisan ini aku buat, aku masih bingung mau unggah di mana. Blogku berdomain sudah hangus sejak tahun lalu. Ketika aku memutuskan untuk enggak memperpanjang domain.  Yap! ...

Sebuah Kegagalan yang Akan jadi Pembelajaran

Selang dua  jam lalu , saya menjadi orang yang benar-benar gagal. Sampai sekarang pun masih nggak bisa nerima. Nggak tahu harus gimana. Bawannya mewek, menyalahkan diri sendiri tepatnya. Bahkan terbesit pikiran buruk bahwa semua ini tak adil. Saya merasakan gagal yang luar biasa. Impian yang saya idam-idamkan seketika musnah setelah saya menatap lekat-lekat layar di ponsel. Bahkan, saya ulang-ulang masuk ke dalam akun itu. Tetap nggak berubah. Rasanya campur aduk, intinya saya gagal. Dan kegagalan ini yang membuat saya jatuh, hancur berkeping-keping harapan yang saya rajut. Entah, saya benar menjadi orang yang gagal. Mungkin jika ada yang baca tulisan ini menganggap saya terlalu lebay. Mendramatisir keadaan. Iya, saya sadari. Namun hati kecil saya tetap tidak bisa nerima. Tetap tidak bisa menetralkan segela campur aduk perasaan yang saya rasa.  Sebenarnya saya nggak ingin cerita lewat blog, takut malah memberikan konsumsi tulisan yang nggak baik. Nggak patut dibaca. Tapi, s...

Aku Ingin Berkabar

Halo november! Kalau mau bilang sih, emang bener waktu berjalan begitu cepat. Menuju tahun 2025 aja udah mau sebulan lebih dikit. Vera pun mengunjungi blog ini juga kalau lagi inget doang, seperti pagi ini. Lagi-lagi, aku kangen menulis tapi untuk mewujudkan rasa rindu ini memang sangatlah sulit. Buktinya juga enggak nulis-nulis lagi. Cuma kangen-kangen doang tanpa direalisasikan. Sampai rasanya kagok bukan main, kek sekarang.  Apakah aku benar-benar sudah lama tidak menulis? Atau bahkan berhenti menulis? Entahlah, aku juga bingung menyebutnya bagaimana. Kalau dibilang berhenti menulis di blog sih gimana, emang udah sangat-sangat jarang. Maybe kek rasanya ke sini cuma setahun bisa diitung jari. Tuhkan bener! Hampir setahun yang lalu, tulisan terakhirku di agustus tahun lalu. Tapi, aku juga enggak benar-benar berhenti nuls di platform lain.  Aku sampai bikin akun instagram untuk menulis apapun random, yang enggak terlalu panjang. Ya niat awalnya biar tetep bisa nulis dan enggak...