Langsung ke konten utama

Kode Alam



Selamat hari senin! Hei besok udah puasa ya. Cepet banget ya waktu berlalu. Em, tapi masih dengan suasana pandemi kek gini sih. Kira-kira ramadan ini punya cerita apa ya? 

Kalau aku setiap tahun (tahun kedua apa ketiga kemarin gitu) selalu ikutan tantangan menulis
dari Blogger Perempuan atau BPN setiap ramadan. Jadi  selama 30 hari nulis di blog dengan
tema yang ditentukan. Dan itu jadi salah satu hal seru sih yang bisa kulakuin di ramadan.

Menemani dan menambah kesan saat bulan ramadan dengan tantangan menulis. Kalau tahun ini? Aku belum dapat infonya, tadi si temen juga sempat posting status di twitternya sih tentang BPN ini. Tumben belum ada info terkait.  

Koreksi!!! selepas mahrib tadi baru dapat kabar dari Andhira, udah ada pengumuman tantangan BPN. Hore!!! Enaknya bakal nulis di sini aja apa di blog sebelah ya? Tiba-tiba aku ngegalau. Pen ada interaksi di komentar sih, apa ya di blog ini ya? Apa dua-duanya? Ya Tuhan!! Wkwkwk . . .  


Dah lanjut aja ceritanya yaaa, ini mau cerita apaan sih yaaa. Aku nggak dapat jatah puasa di awal nih tahun ini karena lagi datang bulan. Hemm, tak apa! Kan udah biasa setiap tahun kek gini. namanya juga siklus perempuan yekan.


Jadi mau nulis apa sih? Lagi-lagi ke sini tuh serba dadakan kek tahu bulat, eh salah. Maksudnya tiap kali ke sini tuh nulisnya random aja gitu, ngalir mau ke mana. Mau ngomongin soal pertemanan aja kali ya? Lebih tepatnya juga hubungan sosial antar sesama karena aku sendiri juga banyak belajar dan bertumbuh dari hubungan kek gini.


Namanya manusia juga nggak bisa lepas dengan manusia lain. Menjalin hubungan antar sesama. Di seluruh konteks sih, baik kerja, sekolah, maupun di rumah (hidup bermasyarakat). Nah aku biasa diskusiin ini dengan Tutut temen deketku. Keknya dia emang paham betul gimana aku. Lha temenan udah dari jaman SMP, paham betullah denganku kek gimana apalagi soal bersikap sama temen. Gampang nggak enakan, susah buat bilang tidak. Inginnya memuaskan dan membahagiakan temen gitu. Semuanya!!!! Kek ingin berlaku dan memperlakukan orang sama dan sebaik mungkin. Tapi, kenyataannya nggak bisa! Emm tepatnya nggak bakal bisa memuaskan semuanya.


Dari pertemuanku dengan orang-orang baru, lingkaran baru tiga tahun lalu, aku makin belajar banyak tentang hubungan pertemanan. Hubungan sama oranglah! Aku bertemu dan menghadapi dengan banyak kepala, dengan banyak sifat. Aku yang berhasil keluar dari zona nyaman kemudian dihadapkan dengan orang-orang yang berada jauh dari lingkunganku. Rasanya? Sempat kaget dong! Aku nggak mungkiri itu. 


Duniaku cuma seputar kerja dan teman terdekat, tapi tiba-tiba aku kenalan dengan orang baru. Ketemu banyak orang, lingkaran pertemanan baru dengan latar belakang berbeda. Jauh dari aku juga. Aku yang biasanya di dunia pekerja (pendidikan) kini aku aku bergumul dengan beberapa dengan jenis golongan dan pekerjaan beragam. Yang aku tahu hanya formal, sekarang aku tahu beberapa hal di luar itu. Aku? Kenyataanya aku nggak sanggup memuaskan teman baruku satu-satu. 


Aku banyak belajar dan diskusi sama Tutut sih. Aku merasa dia memang pintar menempatkan diri dan mengelola emosinya. Kalau nggak suka, ya bilang nggak suka! Kalau nggak nyaman ya menghindar! Dan jangan mudah percaya dengan orang baru walau emang asyik buat temen nongkrong. Kita nggak selamanya bakalan terus nyaman dengan siapapun termasuk dengan mereka! Yang dianggap dan dirasa nyaman saja butuh penyesuaian lama. Kalau udah cocok, nyaman pasti bakalan kerasa kok. Aroma dan suasana saat bersama juga bakal beda. Lebih asyik, lebih puas jadi diri sendiri tanpa menghakimi satu sama lain. Semacam kek punya kode atau sinyal sendiri. Mereka yang membuat kita nyaman tahu bagaimana kasih perhatian, dukungan, perlakuan untuk kita. 


Bakalan banyak postingan soal upaya mengelola diri, belajar banyak tentang kehidupan. Bisa dikenang nanti sebagai salah satu dari banyak proses pendewasaan diri.

Komentar

  1. Semangaaaaat, mbakeeeeee 🥰🥰🥰

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mkash dhira :) temen sefrekuensikuyg asyik benersssssss :D tengkyuuuu yaaa

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketiga Blogger Ini Buatku Bertumbuh dan Berkembang

Sejak dua hari lalu diriku tenggelam dalam aktivitas blog walking . Udah lama sekali nggak berkunjung ke blog temen dan blog orang-orang baru yang akhirnya kutahu. Dari aktivitas BW ini aku  menyadari bahwa untuk mendapatkan energi baik itu bisa dari mana aja, ya dari tulisan temen-temen salah satunya. Apalagi makin betah BW dan bisa kepoin satu blog berlama-lama karena isinya curhat. Ya ngalir aja mereka menceritakan setiap momen hidupnya. Dan aku sendiri sebagai pembaca juga enak-enak aja bacanya alias menikmati. Heem ya inilah,  dapat energi baik dari cerita temen-temen di blog.  Seperti halnya dua hari lalu aku baru nemu blog milik Kak/Mbak Eno nih (duh sok kenal ye), Kek ngerasa telat banget nggak sih? baru tahu si empunya blog yang isi kediamannya tuh bisa bikin aku betah berlama-lama. Ini lagi tahap kepoin semua tulisannya, lagi bertahap. Mohon ijin sama yang punya rumah, eh sungkem dulu ya mbak. Terus dari situ juga aku ngerasa dapat energi baik buat ngelanjut...

Hari Ini Bercerita

  Awalnya sih enggak kepengen nulis, tapi karena kebetulan buka laptop yaudahlah ya sekalian! Sekalian menumpahkan unek-unek di hati dan pikiran karena dah lumayan penuh ya bund!  Salah satunya nih! Tadi di sekolah aku dapat celetukan gini “Jangan Bu, jangan mau jadi mertuanya Bu Vera! Nanti apa-apa ditulis di sosmed, kan suka curhat di sosmed dia!” Dan apa reaksiku? Langsung berubah mukaku, lebih syok gitu! Tahan-tahan mukanya jangan kelihatan sakit hatinya, batinku. Huaaa langsung down seketika itu juga. Langsung tetiba nyalahin diri sendiri dan bergumam dalam hati mengiyakan “Mana aku suka curhat lagi di twitter!” “Salah ya?” Tetiba runtuh aja. Kek mau nampelin omongannya tuh enggak ada daya, tapi kalau diem kerasa banget sakit hatinya. Huaaaa!!!  Memang hampir setiap hari aku bakalan nulis apapun di twitter. Memang bener kata orang-orang tuh, si twitter tuh tempatnya sambat. Enggak tahu kenapa aku lebih bisa jujur di sana. Lebih nyaman cerita dan tentunya sambat....

Keputusan Terbaik untuk Kembali ke Dunia Bloger

  Memutuskan untuk menulis di blog merupakan satu dari keputusan di hidupku yang aku syukuri. Sudah lama ingin aktif kembali di dunia blogger ini. Setelah setahun lebih aku hanya fokus dengan agenda menulisku di platform lain bahkan porsi terbesarku menulis untuk sebuah pekerjaan. Padahal dulunya aku sering menuliskan hal apapun di blog. Apa yang aku suka dan gemari, ulasan (pribadi dan pekerjaan) pengalamanku, bahkan sampai curhatan.  Bahkan aku menerima beberapa pekerjaan lewat blogku setelah aku mulai aktif dan menekuninya di tahun 2017 an. Sungguh sayang blog yang aku bangun dan rawat dari tahun itu terpaksa harus hangus. Bahkan pula aku berikan tempat bernaung yang layak. Teringat, aku menyisihkan uangku dari hasil nulis artikel di media traveling lokal untuk membeli domain. Memang enggak murah, tapi aku masih ingat betul rasanya. Puas banget bisa memberi rumah blogku kala iti dengan jerih payah dari nulis juga. Setiap tahunnya pun aku masih rajin memperpanjang domain....