Langsung ke konten utama

Kagummu Milikmu, Hatimu MilikNya

Kala itu langit tak lagi dapat menahan tangis. Sudah pasti hujan turun dengan pelan dan kemudian meraung deras. Ya dikala hujan turun, terlihat dua gadis sedang bercakap cakap.
"Apakah kita salah mengagumi seseorang???" , ungkap salah satu dari dua gadis itu.
"Tidak salah, itu wajar dan itu termasuk anugerah. tapi ..." jawab gadis itu menggantung
"Tetapi apa?", gadis itu bertanya lagi dengan wajah serius
"Kau harus menempatkan kekagumanmu pada tempatnya. Kau harus mampu mengontrol rasa kagum mu itu agar tidak menjadi dosa." jawabya
"Maksudnya bagaimana?" tanya gadis itu tak paham
"Kau harus menjaga rasa kagummu. Jangan sampai rasa kagummu menjadi beban bahkan akan menjadikanmu menjauhiNya. Akan lebih baik kau menjaga kekagumanmu denga restu Allah. Dengan cara, jangan kau hubungi dia, jangan kau usik dia, jangan kau suka mengepoin dia, jangan sampai kau terus memikirkannya hingga kau tak doyan makan atau tak bisa tidur. Mengapa demikian ? Karena jika itu yang kau lakukan, itulah cara setan yang akan membuatmu menjauh dariNya. Kau cukup mampu menempatkan kagummu berada pada wadah keberkahan".
"Terus bagaimana jika aku tahu dia membalas apa yang ku rasakan? Apakah aku tak bisa mengatakan padanya bahwa aku kagum dan aku menyukainya?",  gerutu gadis pertama.
"Semaikanlah kagum dan cintamu dengan cara yang benar. Cara yang mendatangkan ridhoNya. Berdoalah pada Allah".
"Ya Allah jika memang kau ridhoi rasaku ini untuknya semaikanlah dan tunjukkan jalan benarmu. Namun jika kau tak meridhoinya, hapuslah rasa ini dan tunjukkan jodoh yang pantas dan kau ridhoi".
Jangan sampai jatuh cinta membuatmu melupakan Sang Pencipta, karena Allah lah yang menumbuhkan rasa agar kau bisa merawatnya. Dan Allah lah Maha pembolak balik hati manusia.
Bersambung...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bertegur Sapa setelah Sekian Lama

  Mari kita buka lembaran baru!  Siang ini aku sedang berada di kedai kopi langgananku. Hampir setiap hari ke sini. Kalau ke sini pesannya itu-itu mulu, jarang ganti! Selain males mikir mau pesan apa, udah cocok sama menu itu aja. Cuma siang ini aku pesan menu yang udah lama banget enggak aku pesan. Ini pun dah lama banget enggak pesen si kopi satu ini. Beberapa waktu lalu suka pesen menu kopi ini untuk temen melek sih. Yap! Siang ini aku pesan es kopi hitam atau black coffee ice. Ide terbesit ketika berada di kendaraan mikir pen seger-seger gitu. Yaudah pesen ini aja!  Oke kembali ke pernyataan awalku, "Mari kita buka lembaran baru!" Tepatnya sih "aku". Setelah setahun lebih enggak ngeblog, aku mulai dengan tulisan pendek ini ya! Aku memutuskan untuk ngeblog di tempat lain atau di sini ya? Ketika tulisan ini aku buat, aku masih bingung mau unggah di mana. Blogku berdomain sudah hangus sejak tahun lalu. Ketika aku memutuskan untuk enggak memperpanjang domain.  Yap! ...

Sebuah Kegagalan yang Akan jadi Pembelajaran

Selang dua  jam lalu , saya menjadi orang yang benar-benar gagal. Sampai sekarang pun masih nggak bisa nerima. Nggak tahu harus gimana. Bawannya mewek, menyalahkan diri sendiri tepatnya. Bahkan terbesit pikiran buruk bahwa semua ini tak adil. Saya merasakan gagal yang luar biasa. Impian yang saya idam-idamkan seketika musnah setelah saya menatap lekat-lekat layar di ponsel. Bahkan, saya ulang-ulang masuk ke dalam akun itu. Tetap nggak berubah. Rasanya campur aduk, intinya saya gagal. Dan kegagalan ini yang membuat saya jatuh, hancur berkeping-keping harapan yang saya rajut. Entah, saya benar menjadi orang yang gagal. Mungkin jika ada yang baca tulisan ini menganggap saya terlalu lebay. Mendramatisir keadaan. Iya, saya sadari. Namun hati kecil saya tetap tidak bisa nerima. Tetap tidak bisa menetralkan segela campur aduk perasaan yang saya rasa.  Sebenarnya saya nggak ingin cerita lewat blog, takut malah memberikan konsumsi tulisan yang nggak baik. Nggak patut dibaca. Tapi, s...

Aku Ingin Berkabar

Halo november! Kalau mau bilang sih, emang bener waktu berjalan begitu cepat. Menuju tahun 2025 aja udah mau sebulan lebih dikit. Vera pun mengunjungi blog ini juga kalau lagi inget doang, seperti pagi ini. Lagi-lagi, aku kangen menulis tapi untuk mewujudkan rasa rindu ini memang sangatlah sulit. Buktinya juga enggak nulis-nulis lagi. Cuma kangen-kangen doang tanpa direalisasikan. Sampai rasanya kagok bukan main, kek sekarang.  Apakah aku benar-benar sudah lama tidak menulis? Atau bahkan berhenti menulis? Entahlah, aku juga bingung menyebutnya bagaimana. Kalau dibilang berhenti menulis di blog sih gimana, emang udah sangat-sangat jarang. Maybe kek rasanya ke sini cuma setahun bisa diitung jari. Tuhkan bener! Hampir setahun yang lalu, tulisan terakhirku di agustus tahun lalu. Tapi, aku juga enggak benar-benar berhenti nuls di platform lain.  Aku sampai bikin akun instagram untuk menulis apapun random, yang enggak terlalu panjang. Ya niat awalnya biar tetep bisa nulis dan enggak...